Seru Wisata Belanja di Bandung dan Jogjakarta

candi borobudur jogja

Setelah puas menjajal berbagai tempat belanja kece di Bandung, kami memutuskan untuk naik KA melanjutkan petualangan ke kota gudeg. (Baca bag 1 : wisata belanja di Bandung dan Jogja).

Malam sudah pekat saat kereta yang kami tumpangi berhenti di stasiun tugu Yogya. Karena alasan keterlambatan dan sempat tidak nyaman karena lampu kereta dan AC nya juga padam cukup lama, pihak KA memberikan kompensasi pada kami. Kami berhak atas pengembalian 50% dari uang tiket.

Dari tugu kami bergegas membangunkan supir taxi yang sedang tidur lelap didekat stasiun. Setelah negosiasi harga kami langsung diantar menuju hotel. Sebelum tiba di Jogja saya memang telah memesan hotel kami melalui teman sesama travel.

Ini bisa jadi tips bagus buat siapa saja yang traveling tanpa rencana yang matang.

Ya, meski anda bepergian secara dadakan usahakan semaksimal mungkin untuk memesan akomodasi sebelum anda tiba di kota tujuan. Apalagi bila waktu keberangkatan tepat pada musim liburan atau longweekand.

Tujuan pertama saya dan istri setelah sarapan dan santai di hotel tentu saja kawasan jln malioboro Jogja. Hotel yang kami tempati hanya berjarak 3 menit berjalanan kaki dari monumen tugu Jogja. Jadi kami cukup naik becak saja untuk sampai ke kawasan Malioboro. Kebetulan istri juga memang sudah ngidam pengen coba naik becak dan andong.

Dua moda transportasi tradisional itu memang cukup ikonik di Jogjakarta.

Kawasan malioboro sangat bersejarah buat saya. Disepanjang jalan inilah pada masanya dulu saya sering ikut demonstrasi menyuarakan berbagai isu dan tuntutan. Tak terhitung lagi jumlahnya.

Saya dan teman-teman kala itu juga pernah sampai ditangkap dan dibawa ke Mapolres Jogja. Dikawasan ini kami juga sering mengadakan kegiatan pentas seni.

Ah, itu dulu. Sekarang semuanya cukup jadi kenangan saja.

Jalan-jalannya lanjut lagi ya.

Tiba di jln Maliobor saya mengajak istri untuk singgah di malioboro mall. Sebelum masuk kedalam mall istri sempat berfoto-foto. Saya juga bilang padanya, mall di Jogjakarta (khususnya di kawasan Malioboro) tak seperti mall di Bandung. Takut ia kecewa. Hehehe

Didalam mall kami berburu sejumlah barang, berkeliling dan menikmati makan siang di salah satu pojok lantai paling atas di mall ini. Saya juga membelikan sebuah jam tangan cantik untuk istri di Malioboro Mall ini. Seumur-umur itulah jam tangan paling mahal yang pernah saya beli.

Puas berkeliling di mall, saya agak khawatir apakah istri kuat dan mau panas-panasan menjajal aneka tempat belanja yang berjejeran disepanjang jalan malioboro. Apalagi saat itu long weekand, jadi suasananya sangat sesak.

Untung saja, setelah mencoba menyusuri jalanan sesak itu, ia tampak bersemangat dan nampak tak peduli dengan panasnya cuaca dan ramainya kerumunan para pelancong disepanjang jalan ini. Saya pun lega dan terus menemaninya menawar berbagai barang untuk buah tangan keluarga kami dirumah.

Kami juga sempat masuk dan memilah-milih barang-barang unik didalam salah satu mall unik dikawasan itu. Barang-barang di Jogja memang sangat unik dan saya tahu persis kalau istri pasti juga akan menyukainya.

Hingga menjelang sore, cuaca berubah menjadi mendung dan Malioboro sempat diguyur hujan tapi langkah kami tak kunjung berhenti. Kami asik saja masuk dan keluar dari satu toko ke toko lainnya di sepanjang jalan eksotis ini.

Karena hujan terus mengguyur kami akhirnya mencoba moda transportasi antik di Jogja yakni Andong. Kami kembali ke hotel dengan setumpuk barang belanjaan dan naik andong berdua dibawah rintik hujan kota Jogja.

Duh, ini pengalaman romantis dan sangat membahagiakan. Puji syukur pada Allah atas semua nikmati itu.

Tidak hanya siang hari, malam harinya kami juga kembali lagi ke kawasan Malioboro, foto-foto di monumen tugu Jogja Kembali dan menikmati sajian maknyus disalah satu sudut cafe unik yang terletak dekat Tugu Jogja. Saat malam hari, tidak hanya belanja istri nampak cukup antusias melihat aksi-aksi musisi dan seniman jalanan yang ada di sepanjang kawasan itu.

Salah satu alasan kuat kami melanjutkan perjalanan wisata kami ke Jogja karena ingin melihat adik kandung saya yang sudah jadi bang Toyib. Sudah 3 tahun ia tak pulang kampung.

Kami ingin mengambil fotonya untuk ditunjukkan pada keluarga di rumah. Terutama ayah dan ibu saya. Mereka pasti akan sangat bahagia bisa melihat fotonya.

Niat itu pula yang membawa kami ngtrip bareng di Jogja dengan mengunjungi Candi borobudur dan makan-makan di kawasan pantai depok, Bantul Jogja. Awalnya saya ingin mengajak istri untuk melihat kemegahan candi prambanan juga. Tapi ia tak tahan dengan teriknya cuaca Jogja siang itu. Jadi kami hanya ke Borobudur dan melewatkan candi Prambanan.

Saya tak ingin menjelaskan tentang detail candi Borobudur, candi prambanan atau kawasan Malioboro. Saya yakin yang baca tulisan ini pasti sudah pernah mengunjungi objek wisata paling top di Jogjakarta itu.

Pada hari terakhir perjalanan kami di Jogja saya dan istri sudah berkemas dan sudah meluncur ke bandara sejak pagi hari. Malangnya sudah menunggu 1 jam di bandara kami mendapat pengumuman yang menyesakkan. Pesawat kami yang harusnya terbang jam 11:00 baru akan diterbangkan pukul 17:20 sore.

Tanpa pikir panjang saya mengajak istri untuk refund saja dan kembali menginap 1 malam lagi di Jogjakarta. Ia pun setuju saja dan kami akhirnya mencari hotel yang dekat dari bandara Adi Sucipto Jogja.

Untuk menghabiskan waktu saya mengajak istri berjalan kaki ke mal Ambarukmo Plaza (amplaz). Kebetulan mall ini hanya berjarak 5 menit dari hotel tempat kami menginap. Didalam mal kami kembali berkeliling, menikmati makan siang.

Eh, ntah ada kaitannya atau tidak, tapi perjalanan kami ke Jogja ini hanya berselang beberapa hari setelah travel kami Mitra Wisata membantu dan melayani rombongan klien untuk berlibur di Kota pendidikan ini. Mereka menikmati paket wisata Jogja bersama travel kami.

Begitulah gaya liburan kami yang hampir tanpa rencana, menikmati wisata belanja di Bandung dan Jogjakarta.

Total perjalanan kami di 2 kota itu 8 hari 7 malam. Kami berpindah-pindah hotel hingga 4 kali. Mengunjungi entah berapa mal dan menikmati berbagai kuliner khas di kedua kota itu. Berbelanja aneka barang untuk pribadi, oleh-oleh untuk keluarga dirumah dan berbagai hiasan dan barang-barang unik untuk rumah kami.

Meski perjalanan kami cukup panjang, tapi istri sempat bilang kapan-kapan pengen balik lagi ke kota tersebut. Pengen ke daerah Lembang di Bandung dan melihat candi Prambanan serta belanja lagi di kawasan Malioboro Jogja katanya.

Buat saya sendiri Jogjakarta memang selalu ngangenin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *