Pengalaman Seru Liburan di Lembang Bandung

Minggu lalu saya dan istri menikmati berbagai pengalaman seru di Bandung. Meskipun sudah ada penerbangan langsung Pangkalpinang – Bandung siang itu kami lebih memilih terbang via Jakarta dan menikmati perjalanan 5 jam dengan bus menuju Bandung. Sekalian coba-coba suasana kemacetan ibukota nggak ada salahnya.

Hari sudah gelap saat kami tiba di kawasan Caringin Bandung dan memesan taxi menuju ke hotel tempat kami menginap. Alih-alih langsung istirahat, setelah chekin hotel kami malahan langsung jalan kaki meluncur ke Mall yang terletak sangat dekat dari hotel.

Traveling ke Bandung bukan hal baru buat kami. Tapi nggak heran juga sih, karena kota kembang ini memang ngangenin. Bagaimana tidak, setiap kali liburan ke sini selalu saja ada hal baru yang seru. Objek wisata baru, tempat rekreasi baru, tempat belanja baru dan yang pasti selalu saja ada tempat-temat kuliner baru. Khusus untuk kuliner agaknya Jawa barat memang juara.

Pada perjalanan kali ini istri sangat ngotot ingin wisata ke daerah Lembang. Maklum ia sangat lekat dengan IG. Jadi iya tahu betul apa saja tempat yang kece di Instagram dan banyak di kunjungi para selebriti tanah air.

Jadi pada hari ke 2 di Bandung sejak pagi hari kami sudah meluncur ke daerah Lembang. Hari itu saya menggunakan jasa rental mobil dari seorang teman. Ia masih belajar bisnis sewa mobil, jadi sepanjang perjalanan kami saling berbagi pengalaman.

Karena kami berkunjung saat weekday, jadi perjalanan kami menuju Lembang cukup lancar. Tidak sampai 30 menit kami sudah tiba di lokasi pertama.

Mengunjungi Farmhouse Lembang

Inilah objek wisata favorit yang ingin kami kunjungi. Selain paling dekat dari kota Bandung, tempat ini memang sudah lama di incar oleh istri saya. Karena masih kepagian, tempat ini bahkan belum di buka saat kami tiba. Tapi kami tak sendirian. Beberapa bus besar dan mobil pribadi sudah antri didepan pintu masuk.

Di pintu masuk kami diminta untuk membayar tiket masuk 50-ribu per orang dan diberikan lembaran voucher yang bisa di tukar dengan makanan atau minuman. Saat masuk ke dalam kita bisa melihat rumah hobbit. Objek yang sangat menarik untuk tempat foto. Entah karena masih pagi, tapi suasana di tempat ini cukup adem. Tempatnya juga sangat bersih dan dikonsep dengan sangat apik.

Sebelum berkeliling istri mencoba sewa kostum a la none eropa. Ia nampak sangat anggun dengan kostum eropa-nya. Saya sendiri kurang tertarik karena merasa tak cocok saja menggunakan kostum unik itu. Jadi tugas saya menemani istri berkeliling dengan kostum cantiknya, sambil sibuk jeprat-jepret dengan kamera.

Tempat ini memang super kece untuk foto-foto. Banyak spot menarik yang konsep benar-benar a ala eropa sana. (Kayak udah pernah ke ropa aja). Dengan mengusung konsep atmosfer eropa, banyak spot unik yang pastinya menarik banget untuk selfie, dan dipsoting di media sosial. Nampaknya Farmhouse Lembang menawarkan ‘wisata foto’ sebagai daya tarik utamanya.

Sambil jalan dan sibuk foto-foto, beberapa pengunjung dari anak-anak hingga ibu-ibu meminta ijin untuk bisa foto bersama istri saya (udah kayak seleb aja :D). Ia nampak dengan senang hati meladeni.

Meskipun di tempat ini cukup banyak tempat yang menawarkan makanan dan minuman tapi pagi itu kami tak sempat mencicipinya. Saya hanya menukar voucher dari tiket masuk kami dengan segelas susu coklat segar.

Floating Market Lembang

Saya pernah menulis tentang destinasi wisata yang satu ini, bisa baca di sini. Pada kunjungan kali ini nampaknya ada beberapa hal baru di kawasan wisata keren ini. Salah satunya adalah stan khusus a ala Jepang.

Istri saya memang sudah tahu mengenai spot ini dari IG nya. Jadi sesampainya di lokasi dan membayar tiket masuk, ia langsung mengajak ke tempat sewa kostum a la Jepang itu. Oh iya, Kiyotoku nama tempat itu. Memang cukup keren dan mencolok. Spot ini menawarkan wisata foto sebagai daya tariknya.

Buktinya, selain melayani sewa kostum dandanan gaya Jepang, penyewa akan di ajak berkeliling ke tempat exklusif milik mereka untuk di foto dengan aneka gaya Jepang. Spot foto nya juga sudah di konsep dengan cukup matang.

Seperti hal nya ketika kami di kawasan Ala Eropa sebelumnya, di tempat ini banyak anak-anak sekolahan yang minta untuk foto bersama istri saya yang sedang tampil cantik dengan kostum Jepangnya. Saya sih senang-senang saja.

Gunung Tangkuban Perahu

Terlalu banyak pedangan yang menawarkan barang-barang di tempat ini. Beberapa orang sampai mengikuti kami kemana pun kami melangkah dan terus menawarkan barang dagangannya. Entah lah apakah hal ini juga dialami oleh semua pengunjung. Tapi buat saya hal ini agak risih. Maaf ya…:D

Siang itu aroma belerang di tempat ini membuat saya cukup mual dan istri sampai masuk angin. Parah. Gunung Tangkuban perahu memang termasuk gunung yang aktif, dengan tanda adanya gas belerang juga sumber mata air panas yang mengalir dari kaki gunungnya.

Jadi kami hanya sebentar di tempat ini. Mengambil foto beberapa kali, dan mencoba naik kuda. Hanya itu saja. Setelahnya kami memutuskan untuk cabut dan meluncur ke tempat selanjutnya.

The Lodge Maribaya

Sebagai sebuah objek wisata yang di kelola dengan sangat apik, menurut saya pengelola tempat ini sangat cerdas dan kreatif. The Lodge Maribaya sebelumnya lebih dikenal dengan The Lodge Earthbound & Adventure Park terletak di Desa Cibodas Maribaya, tidak jauh dari Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Saat ini sudah banyak wahana baru yang bisa kita nikmati khususnya untuk anda yang suka foto-foto. Jalan menuju lokasi cukup menantang. Meski begitu tempat ini seolah menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi bagi yang sedang liburan ke daerah Lembang.

Disini kita bisa melakukan berbagai akitivitas seperti camping, trekking mengelilingi area hutan pinus yang indah, acara gathering dan team building, atau bahkan hanya sekedar refreshing menikmati kuliner.

Berbagai wahana yang ada di tempat ini pastinya instagrammable banget. Di kelilingi oleh pegunungan dengan hutan pinus yang khas, udara dan suasana disini memang segar bahkan agak dingin buat kami.

Wahana di the lodge memang banyak ditujukan untuk objek berfoto, jadi tidak semuanya untuk dinikmati seperti wahana bermain biasa. Bahkan hampir semua wahana unik di tempat ini pengunjung harus membeli tiket untuk menikmatinya walau hanya sekedar untuk foto. Tapi memang keren abis.

Pengunjung yang menggunakan wahana juga akan di foto dan kita bisa mengambil file fotonya dengan membayar 10-ribu perak per 1 foto yang kita inginkan. Jadi tidak dalam bentuk foto cetak.

Kami cukup lama di tempat ini karena suasana dan fasilitasnya memang sangat bagus.

Rumah Terbalik

Bukan cuma istri, saya sendiri cukup penasaran dengan tempat unik yang satu ini. Apalagi letaknya masih di dalam kawasan pusat kota. Jadi sangat mudah di jangkau. Menurut driver kami tempat tersebut belum terlalu banyak dikunjungi karena masih baru. Tapi mulai heboh karena sempat beberapa kali masuk tv.

Awalnya, Konsep ruangan terbalik ini ada di salah satu film Hollywood berjudul “Upside Down”. Nah, kini di Bandung pun ada Museum Upside Down World. Tempat ini baru dibuka pada Senin, 10 Oktober 2016 lalu.

Di sini kita bisa foto keren yakni berfoto dengan posisi anti-mainstream yang kini memang sedang digandrungi kawula muda. Sangat menarik juga kalau anda doto di tempat ini bersama keluarga dan anak-anak.

Kita bisa berfoto-foto dengan posisi seolah terbalik. Kita juga bisa berfoto dengan berbagai macam background, dari latar di dapur, ruang kamar, hingga ruangan keluarga.

Perjalanan ke Lembang di atas kami tempuh hanya dalam 1 hari dan rasanya sungguh mengesankan. Mungkin karena kami datang tidak di musim liburan jadi tidak ada macet selama perjalanan.

About Hari JT

Founder of @MitraWisataID | Interest : Tourism, Bisnis, Finance, Hospitality, Internet | Blog ini di update setiap awal pekan & kadang molor sampai hari rabu, dengan sajian renyah nan inspiratif. Read More...

View all posts by Hari JT →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *