Pengalaman Pertama Liburan Ke Malaysia

Central market

Menikmati Liburan asik di Kuala Lumpur dan Legoland, Malaysia, bersama istri tercinta. Selain memang traveling, saya suka bepergian karena ingin terus belajar tentang dunia tourism.

Seandainya di suruh milih, kamu mau traveling kemana?
1. Thailand
2. Malaysia
3. Lombok
4. Bintan (lagoy)

Saya sih pengen semuanya. Hahahaa

Tapi apalah daya, banyak hal yang belum memungkinkan kami untuk mengunjungi destinasi itu sekaligus. Lagipula berapa lama waktu yang harus di siapkan untuk mengunjungi 4 destinasi kece itu. Bagaimana pula dengan pekerjaan dan bisnis ane.

Jujur saja, saya belum mencapai financial freedom seperti para investor saham kawakan di BEI, yang bebas keluyuran tapi isi kantong nambah terus. Bebas liburan tanpa harus pusing mikirin karyawan, kerjaan dan waktu.

So, mau nggak mau saya dan istri harus memilih.

Setelah diskusi bersama, akhirnya kami sepakat untuk mengunjungi Malaysia saja. Negerinya si Upin dan Ipin. Bahasa Bangka kebetulan mirip-mirip dengan bahasa mereka. Jadi kami tak perlu sibuk buka kamus dan mengeluarkan bahasa inggris kami yang amburadul. Hehe

Dan, inilah cerita liburan kami. Pengalaman traveling di Kuala Lumpur dan Legoland, Malaysia. pekan lalu (17-20 September 2017).

Persiapan Sebelum Liburan ke Malaysia

Seminggu sebelum berangkat, saya bertugas mencari dan membandingkan berbagai paket tour Malaysia dari beberapa travel partner. Istri pengennya traveling kami di gabung saja dengan rombongan lain yang juga berasal dari Indonesia. Makin ramai makin asik. Begitu pikirnya.

Sayang, kami sudah menetapkan tanggal sendiri. Jadi yah, kami hanya mendapatkan paket wisata Malaysia private. Alias hanya kami saja tidak di gabung dengan peserta lain.

Di Indonesia saya menggunakan jasa dari travel partner di Jakarta. Nggak usah di sebut ya nama travelnya. Namun di kuala Lumpur (KL) ternyata kami di handling oleh tour operator local, Skyzone Tour and travel SDN BHD. Tapi nggak apa-apalah. Yang penting kami di jemput dan tour sesuai dengan yang sudah kami booking.

Oh ya, tidak lupa sebelum berangkat kami juga terlebih dahulu hunting tiket. Untuk tiket pulang kami hanya memesan tiket kembali ke Jakarta saja. Soalnya istri masih mau jalan-jalan dulu di Jakarta. Saya sih manut aja.

Berangkat dari Pangkalpinang, Bangka menuju KL

Day 1 : kami berangkat dari Pangkalpinang, Bangka sekitar jam 8 pagi dan sampai di jakarta jam 9 pagi. Selanjutnya kami diminta melapor dan Pindah ke terminal keberangkatan internasional 2D (kalau nggak salah) untuk melanjutkan penerbangan ke Kuala lumpur.

Kami tiba di Bandara kuala lumpur (KLIA 1) jam 14:00 waktu malaysia. Penerbangan ini hampir 2 jam. Dari terminal kedatangan ini, kami harus naik kereta cepat bandara. Nggak tahu namanya MRT atau bukan. Tapi sejenis kapsul berisi beberapa gerbong.

Selanjutnya kami di minta antri ke bagian imigrasi. Nah, Ternyata antrian di bagian imigrasi di bandara KL tak beda jauh dengan antrian saat kami tiba di pelabuhan, Singapura beberapa waktu yang lalu.

Bedanya, di sini nampaknya tak ada kesan diskriminasi. Semua wisatawan baik berkulit hitam, putih, kuning, coklat (kecuali mereka yang berpasport Malaysia) antri pada barisan dan pintu masuk yang sama.

Sejujurnya, sebelum sampai ke ruang pemeriksaan imigrasi kami sempat bingung mencari pintu keluar bandara dan tempat pengambilan bagasi. Untungnya banyak petugas di bandara ini yang bisa kita tanyai. Selain itu bahasa malay (petunjuk) yang ada di dalam terminal cukup mudah di pahami. Hehe…

Maklum saja kalau kami agak ndeso, ini kali pertama kami ke negeri ini.

Keluar dari imigrasi, kami langsung menuju tempat pengambilan bagasi. Disini kami sempat dikibuli oleh petugas bagasi. Setiap kali ditanya tempat pengambilan bagasi penumpang pesawat dari indonesia, jawaban petugas yang satu dengan petugas lain selalu berbeda. Hohohoo

Petugas di sini nampaknya tak beda jauh dengan di Indonesia. Bagasi penumpang ditarik dan dilempar dengan keras plus wajah yang mesum pula.hahaha

Setelah hampir 30 menit mondar-mandir dan tanya sana-sini, barulah kami menemukan bagasi kami.

Saran aja, buat sampeyan yang mau traveling ke Malaysia, sebaiknya jangan bawa barang terlalu banyak jadi tidak perlu bagasi segala, bawa perlengkapan secukupnya saja jadi bisa masuk kabin.

Ketika keluar dari tempat pengambilan bagasi, guide kami sudah menunggu. Tapi sebelum keluar bandara, istri masih menyempatkan diri foto-foto di salah satu sudut bandara. Hehe

Dari bandara, kami diantar menuju hotel pasific express. Selama perjalanan guide kami (Mas Rahman namanya) menjelaskan berbagai tempat yang kami lewati, mulai dari tempat belanja, tempat makan, beberapa pasar tradisional dan lain-lain.

Tidak lupa pak rahman juga mengingatkan kami agar berhati-hati saat berjalan dijalanan kota atau pasar di KL. “Perhatikan tas dan dompet kalau lagi jalan-jalan”. Begitu pesannya.

“Perhatikan HP dan tas serta dompet. Di beberapa tempat kalau pak cik belanja jangan lupa menawar. Tidak usah ragu, tawar saja 50% lebih rendah harga yang mereka sebut. Kalau sudah ke Malaysia harus coba makanan khas sini juga.” Pesan mas Rahman pada kami selama perjalanan.

Ia juga memberikan kami beberapa kertas voucher, tiket bus, rundown trip, dan menjelaskan fasilitas yang akan kami dapatkan dalam paket rour Malaysia yang kami pesan. Pokoknya detail banget deh.

Kami dijemput menggunakan bas parsiaran. Jenis toyota HiAce. Awalnya saya kira mobil angkot atau mobil dinas penyiaran. Hahahaa… Ternyata bas parsiaran itu adalah bus pariwisata kalau di Indonesia. Bus ini hanya di isi oleh kami bertiga saja. Dan ada banyak sekali bas parsiaran di sepanjang perjalanan menuju hotel yang kami jumpai.

Butuh waktu 45 menit dari bandara menuju ke hotel tempat kami menginap. Sampai di hotel, kami langsung chekin dan istirahat. Tapi tidak lama. Pasalnya perut kami sudah sangat lapar. Kami belum sempat sarapan dan makan siang. Sepanjang perjalanan kami hanya sempat membeli roti saat di pesawat menuju KL. Jadi kami bergegas turun dan mencari tempat makan di sekitar hotel.

Untungnya hotel tempat kami menginap ini sangat strategis. Tempat belanja, mini market, tempat makan, tempat belanja oleh-oleh, sangat-sangat dekat dari hotel. Jadi kami tak perlu naik taxi atau bus untuk mendapatkan makanan. Setelah makan dan melihat-lihat ada apa saja di sekitar hotel serta sedikit sesi foto-foto, kami kembali ke hotel dan istirahata.

Kamar di hotel ini cukup bersih, kamar mandinya simple dan bersih. Tapi lampu penerangan kamar agak minim. Entahlah mungkin untuk menghemat energi. Dikamar juga tidak ada lampu tidur. Tapi air minum, kopi dan teh semua tersedia di meja kamar.

Oky, untuk kali ini cukup sekian dulu. Kelanjutan cerita pengalaman liburan di Malaysia nya dilanjutkan ke epesode II. Buat modal poastingan blog minggu depan. Hehe

One thought on “Pengalaman Pertama Liburan Ke Malaysia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *