Menikmati Ombak di Pantai Rambak

Menikmati deburan ombak di kawasan pantai Rambak, menjadi salah satu alternatif liburan terbaik untuk mengisi weekend bersama keluarga tercinta di Bangka.

Akhir pekan lalu saya bersama istri dan sejumlah sahabat sudah mencobanya.

Meski bukan kali pertama mengunjungi pantai Rambak, namun pengalaman kali ini agak berbeda. Kami memang sengaja datang untuk piknik. Tamasaya kata orang-orang Bangka.

Tepat jam 09:00 pagi saya dan istri sudah meluncur dari rumah. Kami berangkat lengkap dengan segala keperluan dan peralatan yang diperlukan. Maklum kami memang ingin piknik. Bukan sekedar jalan-jalan biasa.

Berbagai perlengkapan piknik sudah kami bawa dari rumah. Mulai dari nasi, ikan segar, ayam, pemanggang, minuman, piring, sendok, pisau dan lain-lain. Perlengkapan standar piknik a la keluarga-keluarga lokal di Bangka nih.

Dari Kota Pangkalpinang, perjalanan ke pantai rambak kami tempuh sekitar 1 jam 15 menit. Meski sempat menerjang hujan, perjalanan kami sangat lancar. Saya hanya menyetir dengan kecepatan rata-rata 60-70 km per jam.

Pagi itu saya memilih melewati jalan lintas timur Bangka. Biar lebih santai dan bisa lihat-lihat pantai lain. Dengan melewati jalan tersebut kami bisa melihat pantai tikus, Puri Tri Agung yang megah, dan danau biru Bangka.

Setibanya di pintu masuk pantai Rambak, kami diminta membayar tiket masuk Rp.5000 per orang. Jalan didepan pantai belum di aspal dan cukup curam serta berbatu. Pengunjung harus sedikit hati-hati bila datang saat musim hujan karena jalannya agak licin.

Tiba di pantai kami memilih salah satu pondok kecil yang banyak berjejer di sepanjang bibir pantai.

Untuk 1 pondokan kami diminta membayar retribusi Rp.50.000. Cukup terjangkau karena kami pergi bersama rombongan. Didalam pondokan terdapat kursi kayu, meja dan tempat duduk dari papan sederhana untuk bersantai dan berteduh dari sengatan matahari atau hujan.

Selain membayar untuk pondokan kami juga mendapatkan alat pemanggang yang disediakan para pengelola pantai. Biayanya Rp.20.000 per tungku, tidak termasuk arang untuk bakar-bakar. Meski sudah bawa pemanggang sendiri kami tetap sewa tungku karena semuanpengunjung dilarang membuat api di sembarangan tempat di pantai Rambak ini.

Setelah membongkar semua perlengkapan yang kami bawa dari dalam mobil, kami pun menyalakan api. Kami membakar ikan dan ayam untuk dimakan bersama, ramai-ramai. Bau ikan dan ayam bakar sukses membuat perut berteriak histeris. Maklum dari pagi perut kami memang belum mendapatkan santapan.

Sekitar jam 12 siang semua sudah siap di santap. Kamipun makan bersama dengan menu ikan dan ayam bakar bumbu ala Bangka. Makan ikan bakar lengkap dengan sambal terasi ditepi pantai itu rasanya ruarr biasa.

Ditemani suara deburan ombak, kami makan dengan sangat lahap. Sungguh nikmat dan bahagia rasanya bisa menikmati makan siang bersama hasil kreasi kami sendiri.

Perut sudah kenyang, udara pun sejuk karena kami berteduh dipondokan. Anak-anak sahabat-sahabat kami mulai sibuk menyiapkan pakaian mandi. Meski kadang ombak pantai rambak cukup besar, tapi kali ini ombaknya sedang bersahabat. Jadi selain orang dewasa ada banyak anak-anak yang terlihat sangat ceria bermain air di tepi pantai.

Disepanjang bibir pantai banyak bebatuan granit dengan aneka bentuk. Di depan pantai kapal-kapal nelayan menghiasi pemandangan dikejauhan.

Selain bermain air dipantai ini anak-anak juga bisa bermain pasir. Membuat aneka kreasi unik dengan pasir di tengah terik matahari yang cerah memberikan kesenangan tersendiri bagi anak-anak.

Di berberapa sudut pantai pasangan muda-mudi nampak asik dengan dunia mereka sendiri. Pantai memang menjadi anugrah tersendiri yang sangat banyak dan menakjubkan di pesisir pulau Bangka.

Piknik di pantai rambak bersama keluarga dan anak-anak sangat menyenangkan. Setelah puas mandi di pantai, bermain pasir, menyususri pantai, di pantai ini fasilitas publik yang tersedia juga cukup memadai. Membuat kami betah berlama-lama disana.

Terdapat sebuah mushola bagi pengunjung yang ingin menunaikan sholat. Ada toilet umum yang cukup bersih. Tempat bilas dan area parkir juga sangat luas. Sungguh lengkap. Tak terasa dalam sehari hanya di satu pantai ini saja kami menghabiskan akhir pekan.

Saya sendiri meski sudah sering berkunjung ke pantai rambak, sudah banyak mendatangkan wisatawan untuk berkunjung dan menikmati pantai ini, tapi tetap senang dengan piknik kali ini. Tamasaya di Bangka bersama istri tercinta dan teman-teman memberikan kebahagiaan tersendiri.

Saya banyak menghabiskan waktu untuk menikmati deburan ombak, bercanda dengan istri dan membayangkan bentuk-bentuk unik dari bebatuan granit diberbagai sudut pantai. Tulisan ini bahkan meluncur begitu saja. Hanya sekitar 10 menit sebelum kami meninggalkan pantai Rambak.

Bagi pengunjung yang datang dari luar daerah, anda bisa menikmati kawasan wisata pantai rambak bersama orang-orang tercinta. Anda bisa berkunjung menggunakan jasa rental mobil Bangka, atau paket tour Bangka Belitung dari salah satu travel lokal terbaik di Bangka seperti Bangka tour and Travel.

Pantai Rambak terletak di pesisir timur pulau Bangka, diapit oleh pantai teluk uber dan pantai Tongachi. Pantai ini berada diwilayah kota Sungailiat Kabupaten Bangka. Pantai pasir putih dan bersih, fasilitas umum yang lengkap, bebatuan granit yang unik merupakan sebagian kecil dari daya tarik pantai Rambak.

Anda sudah pernah berkunjung kempantai Rambak? Bagikan kesan anda dikolom komentar dibawah ini.

Oh ya, dalam perjalanan pulang kerumah kami sengaja melewati jalan lintas timur Sungailiat – Pangkalpinang dan mampir untuk melihat jembatan Emas Bangka. Jempatan ini merupakan jembatan yang belum lama ini dirampungkan pengerjaannya dan baru saja dibuka untuk umum.

Ternyata saat kami tiba di jempatan emas suasananya cukup ramai. Banyak pengguna jalan yang sengaja memarkirkan kendaraan mereka untuk berfoto ria disepanjang jembatan.

Nampaknya jembatan Emas Bangka yang katanya bisa buka-tutup tersebut bakal menjadi salah satu spot baru yang akan ramai dikunjungi masyarakat lokal. Semoga kedepan bisa jadi ikon pariwisata Bangka layaknya jembatan Barelang di Batam atau jembatan Suramadu di Madura. Amiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *