Menikmati Liburan di Kuala Lumpur dan Legoland, Malaysia (Part II)

Kisah tentang sebuah perjalanan. Semua orang memilikinya. Tapi buat saya, Beberapa tantangan selama perjalanan malah jadi pengalaman manis untuk dikisahkan ketika kita sukses melaluinya.

Cerita tentang perjalanan liburan ke Malaysia kali ini merupakan lanjutan dari cerita sebelumnya. Bisa dilihat di sini.

Hari ke dua di Malaysia, Helf Day tour Kuala Lumpur

Day 2 : Trip to National Monumen Malaysia, Kuala Lumpur Gallery, Independen Square, King Place, Twin Tower for photo stop and belanja oleh-oleh di Cocoa House serta Galllery Batik.

Kami bangun cukup pagi, karena agenda hari ke 2 ini cukup padat. Setelah mandi saya mengajak istri turun ke lobby untuk mencicipi sarapan yang disediakan hotel. Sarapan di Pasific Express hotel ini lumayan mantap. Ada nasi goreng, telor, ayam, roti, buah, aneka minuman ; teh, kopi, jus, susu, kue ringan, sup dan lain-lain. Kami hanya mencicipi nasgor, ayam gulai (kalau nggak salah) dan buah serta kopi.

Setelah sarapan kami bergegas ganti pakaian dan menggu di lobby hotel. Tak lama berselang, guide kami dengan bas parsiaran-nya sudah menunggu. Rupanya pagi itu peserta tour bukan hanya kami saja. Tapi ada tambahan 1 orang anak muda solo traveller dari Filipina. Anaknya ramah.

Guide kami hari itu saya lupa namanya. Tapi asik dan hanya menggunakan bahasa Inggris selama perjalanan. Jadi saya dan istri lebih banyak menggunakan YeS and NO saja saat mendengarkan penjelasannya.

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Istana Raja Malaysia. Istana ini sangat luas dan megah. Gerbangnya dipenuhi tulisan bahasa arab. Meski hari itu weekday, tapi pengunjung sangat ramai.

Istana raja adalah simbol kekuasaan. Wajar saja kalau tempat ini dibangun dengan sangat megah. Istana Negara Malaysia di Kuala Lumpur ini pun berdiri megah dengan kubah emas yang berkilauan di atas bukit.

Wisatawan dilarang masuk ke dalam komplek Istana Negara. Tapi kita dengan bebas bisa berfoto dengan para penjaga istana. Oh ya, Istana yang dibangun di atas tanah seluas 241,3 hektar ini sebetulnya baru digunakan pada tanggal 15 November 2011 silam, menggantikan istana sebelumnya.

Ditempat ini saya dan istri berkeliling dan berfoto ria. Karena guide kami hanya menunggu di mobil, jadi saya lebih banyak jadi fotografer buat istri.

Puas foto-foto kami melanjutkan perjalanan ke KL Gallery. Apa yang menarik di tempat ini?. Baca terus ya…

Kalau kita mau tahu sejarah perkembangan Kota Kuala Lumpur, hingga bisa jadi seperti sekarang, kunjungi saja Kuala Lumpur City Gallery ini. Lokasinya di Jl Dataran Merdeka. (Setelah tour selesai, saya baru sadar ternyata tempat ini hanya 2 menit jalan kaki dari hotel tempat kami menginap. Persis di belakang pasific express hotel central market). Hohohoo..

Museum Ini merupakan pusat informasi sejarah Kota Kuala Lumpur dari zaman dahulu, serta perkembangannya hingga sekarang. Di dalam gedung mungil ini dipajang foto-foto Kuala Lumpur saat masih dalam jajahan Inggris, serta beberapa peristiwa penting yang pernah terjadi di kota ini.

Biaya masuk ke tempat ini 10 ringgit. Ada cafe kece juga di sebelah kiri pintu masuk museum. Dan disamping kanan pintu masuknya ada tempat foto yang keren banget.

Di dalam museum juga ada ruangan tempat pembuatan suvenir, berupa miniatur bangunan-bangunan ikonik di Kuala Lumpur. Suvenir di sini terbuat dari kayu yang bahannya diimpor dari luar Malaysia (kayaknya sih dari Indonesia) hehe

Kalau mau, kita juga bisa langsung membeli miniatur atau suvenir tersebut di KL City Gallery ini.

Di dekat KL City gallery ini terdapat banyak bangunan tua berarsitektur keren. Ada Bangunan Sultan Abdul Samad yang sekarang menjadi Kementerian Penerangan Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia. Ada pula gedung Museum Tekstil Malaysia.

Bagi pecinta fotografi atau bagi yang doyan foto-foto, lokasi ini sangat pas untuk diabadikan dalam kamera.

Setelah puas foto-foto dan berkeliling, kami melanjutkan petulangan ke Monumen Nasional Malaysia.

Monumen Nasional atau Tugu Negara adalah salah satu tempat wisata sejarah di Malaysia. Monumen ini sangat terawat, berdiri kokoh, dan cukup mengesankan. Monumen ini dibangun untuk mengenang tentara Malaysia yang telah mengorbankan nyawanya di Perang Dunia II, serta perang melawan komunis.

Ini adalah tempat wisata yang menarik untuk mengetahui lebih banyak tentang sejarah dan pengorbanan tentara Malaysia. Tempat ini juga menarik untuk foto-foto. Kami hanya sebentar di tempat ini dan langsung melanjutkan perjalanan ke menara kembar yang jadi ikon negeri itu.

Menara Kembar Petronas, Malaysia

Sebagai ibukota negara Malaysia, Kuala Lumpur memiliki salah satu simbol kejayaan ekonominya, yakni Menara Kembar Petronas. Menara Petronas ini adalah ikon negara Malaysia. Siapapun yang foto disini pasti tahu kalau sampeyan sudah pernah ke Malaysia. Jadi kami cukup lama di sini.hehee

Tempat wisata ini nampaknya memang sangat populer di Malaysia. Meski kami berkunjung saat weekday nyatanya tempat ini ramai dikunjungi oleh para pelancong mancanegara. Mereka sibuk foto dengan aneka gaya. Beberapa orang menawarkan alat untuk mendukung foto kita biar makin kece.

Jenengan, belum dianggap ke Malaysia kalau belum mendatangi Menara Petronas ini.

Katanya sih saat malam hari, objek wisata favorit di Kuala Lumpur ini menawarkan pemandangan kota yang sangat indah. Ini adalah objek wisata yang sangat mengagumkan untuk berfoto atau mengabadikan pemandangan indah tersebut dengan kamera Anda.

Tempat berfoto di Menara Petronas paling baik adalah yang berlokasi di taman belakang menara. Taman ini memiliki air mancur dan Anda tidak akan dikenakan tiket masuk, sebab taman ini terbuka untuk umum. Di taman ini, kami banyak mengabadikan diri berlatar keseluruhan bangunan Menara Petronas. Sangat menarik!.

Wah, cerita perjalanan kami di hari ke 2 ini panjang banget yak. Jadi cukup sampai di sini sajalah. Biat ndak membosankan.

Yang pasti sebelum kembali ke hotel, kami masih menyempatkan diri mengunjungi rumah coklat, tempat pembuatan tas kulit lokal yang keren banget dan tempat pembuatan batik. Tempat ini mirip banget seperti tempat-tempat galeri batik di Jogja, Solo atau Bali.

Istri nampak cukup senang siang itu karena selain puas berfoto ria, ia juga bisa belanja yang menjadi gaya travelingnya.

Day 3 : Picup 06:15 at hotel, transfer to Swiss Garden Hotel (causewaylink bus station), provide legoland theme park.

Ya, sampeyan tidak salah baca. Jam 6:15 saat adzan subuh baru saja berkumandang membelah kesunyian Kuala lumpur kami sudah di jemput oleh guide kami dan meluncur ke Swiss Garden Hotel.

Setibanya di hotel ini kami bertemu 1 keluarga kecil dari Taiwan yang juga sedang menunggu bus menuju Legoland. Setelah 1 jam menunggu, bus yang kami nantikan itu pun tiba.

Menurut keterangan, kami akan menempuh perjalanan sekitar 5 jam untuk sampai ke tujuan. Perjalanan ini pastinya tak mudah buat istri saya. Ia belum pernah melakukan perjalanan darat sejauh ini. Jadi kali pertama baginya.

Bus yang kami naiki ini cukup besar dan nyaman. Muat untuk 30 orang. Tapi hari itu hanya 5 orang penumpangnya. Jadi yah, cukup asik karena kami bebas milih kursi, tiduran dan selonjoran. Disepanjang jalan, saya banyak memperhatikan ke arah luar jendela bus.

Sayangnya pada kiri-kanan jalan isinya hanya perkebunan sawit, karet, hutan dan sedikit perumahan penduduk. Bagusnya saya hampir tidak pernah melihat perkampungan atau sejenis kawasan kumuh seperti di negeri kita.hehe. Bahkan saat kami sempat singgah di salah satu rest area tol, tempatnya juga sangat bersih, nyaman dan rapi. Mungkin karena kami hanya melewati jalan tol.

Puas Berkeliling di Legoland Malaysia

Kalau tempat yang satu ini sampeyan pasti sudah pada tahu semua kan. Saya ketempat ini karena menuruti permintaan istri. Tapi nggak nyesel juga sih. Toh tempatnya juga kece banget.

Ada apa saja di Legoland, Johor Baru – Malaysia

Asal tahu saja, wisata ke Legoland Malaysia ini sebetulnya menjadi salah satu destinasi berlibur alternatif ke luar negeri yang seru dan cukup terjangkau. Wisata di Legoland Malaysia ini punya berbagai fasilitas yang dapat memberikan kami kepuasan tersendiri yang tak bisa didapatkan di tempat lain.

Setidaknya inilah beberapa fasilitas yang bisa kita nikmati ketika berlibur ke Legoland Malaysia.

Pada bulan-bulan tertentu biasanya terdapat pertunjukan serta atraksi yang sangat menarik untuk dinikmati. Berbagai pertunjukan serta atraksi ini akan dihadirkan ketika musim liburan sekolah ataupun perayaan tertentu.

Bagi kamu yang suka dengan berbagai koleksi balok-balok Lego, maka di tempat ini kamu bisa menikmati kurang lebih 1000 model Lego dari berbagai macam karakter dan berbagai bentuk.

Kita juga tidak usah takut kelaparan karena di Legoland Malaysia ini terdapat 20 restoran yang semuanya itu halal. Tempat ini buka setiap hari bahkan tanggal merah sekalipun dan bisa mulai masuk mulai pukul 10 sampai dengan 18 sore waktu setempat.

Kalau tidak mau ribet, kita bisa menginap di sini. Jadi selain menawarkan berbagai wahana permaianan seru dan waterpark, di sini juga ada hotelnya. Legoland hotel namanya. Mungkin kamar dan fasilitasnya dibangun dari balok-balok lego kali ya.hehe

Setelah puas menikmati wisata Legoland ini kami kembali naik bus untuk bali lagi ke Kualalumpur. Duh perjalanan pulang terasa lama banget. Badan sudah lelah. Sepanjang jalan cuaca hujan. Sudah tak sabar rasanya infin segera istirahat dan tidur pulas di hotel.

Kembali ke Tanah Air

Day 4: kami kelelahan setelah menempuh perjalanan dari KUL ke Legoland.

Jadi hari terakhir kami ini sengaja bermalas-malasan di kamar. Sekitar jam 9 pagi barulah istri beres-beres. Sambil menunggu jemputan ke bandara, kami menyempatkan diri sekali lagi berburu oleh-oleh di sekitar area central market.

Setelah selesai belanja ternyata mobil dan guide yang menjemput kami belum juga muncul. Istri sudah sewot. Bilang travelnya nggak jelas lah dan lain-lain. Maklum efek panik. Hingga akhirnya jam sudah menunjukkan pukul 11 (sudah telat 1 jam dari waktu yang semestinya) saya pun mulai ikut panik.

Istri meminta saya menelpon ke nomor emergensi kantor travel yang kami gunakan. Karena handpnone saya tak bisa digunakan untuk melakukan panggilan, jadinya saya meminta bagian resepsionis hotel untuk menelponnya. Untungnya staf hotel pasific ini memang baik dan ramah-ramah.

“Mohon tunggu 15 menit lagi pak cik. Mobil yang akan pickup awak ada something promlem.” Begitu kata staf hotel.

Eh, setelah lewat 15 menitan, mobil bas parsiaran itu tak kunjung nongol.

Dalam kepanikan itu, saya kembali mengeluarkan kertas voucher dari travel yang kami gunakan.

Melihat saya memegang kertas itu, seorang laki-laki mendadak menyapa saya.

“Pak Azhari ya?. Hayuk, bergegas. Awak yang jemput bapak untuk picup ke bandara”.

Huuh, kami pun lega dan bergegas meluncur menuju bandara.

“Kita harus cepat, nanti di dalam bandara jalan lengah, harus gerak cepat, lari-lari kecil.” Kata driver kami siang itu.

Tiba di Bandara saya dan istri berjalan setengah berlari. Sampai akhirnya kami tiba di ruang tunggu nafas kami sudah ngos-ngosan. Kaki sampai pegal-pegal.

Eh, ternyata kami jadi penumpang pertama siang itu yang masuk ke dalam ruang tunggu. Penumpang lain masih menanti di luar ruang tunggu, sebagaian mungkin masih jalan-jalan di tempat belanja yang bertebaran di dalam area bandara.

Tiba di Jakarta, kami tidak langsung pulang ke kampoeng. Istri maunya kami menginap dulu 1 malam di Jakarta. Jadi sambil menikmati bakso di area Bandara Soeta, saya berinisiatif memesan hotel yang kamar salah satu hotel dekat bandara via aplikasi booking hotel online.

Nama aplikasi pesan hotel nya tidak usah saya sebutin ya. Ntar dikira promosi lagi. Hehe (kemarin sempat ditawarin untuk bikin review sebutin brand ini. Tapi budged-nya masih kekecilan, jadi belum saya terima) wkwkwk

Perut sudah kenyang. Kami segera meluncur ke hotel. Tidak mau hanya santai-santai di hotel, saya mengajak istri ke kawasan blok M. Meski cukup jauh, istri nampak happy saja. Kalau perjalanan menuju tempat belanja ia memang selalu siap sedia. Dan, hampir jam 11 malam barulah kami pulang dari TKP.

“Sayang, besok kita santai di hotel aja. Capek. Siang langsung ke bandara.” Kata istri ketika itu.

Nah, segitu aja cerita pengalaman traveling ke Malaysia nya. Sekarang tinggal capeknya saja yang tersisa. Tapi serius nih, tak seperti traveling kami ke Singapura awal tahun lalu, pengalaman kali ini jauh lebih puas dan sangat mengesankan bagi kami.

2 thoughts on “Menikmati Liburan di Kuala Lumpur dan Legoland, Malaysia (Part II)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *