Inilah Obyek Wisata Untuk City Tour di Belitung

tanjung pandan

Selain fenomena laskar pelangi, Belitung semakin ramai dikunjungi wisatwan karena menawarakan keindahan pantai alami dan kepulauan yang eksotis. Namun begitu, sebetulnya pulau ini juga memiliki cukup banyak obyek wisata menarik lain untuk anda yang suka city tour. Ya, anda bisa melakukan city tour di Belitung.

Apa saja objek wisata menarik untuk city tour di Belitung ?

Berikut ini kami sajikan sejumlah objek wisata menarik yang bisa jadi inspirasi liburan bagi anda yang ingin melakukan city tour di negeri laskar pelangi, khususnya di kota Tanjung Pandan.

bandara-belitungTanjungpandan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia, sekaligus menjadi ibukota dari Kabupaten Belitung. Disinilah urat nadi bisnis dan ekonomi serta sosial masyarat belitung berada. Kota kecil ini juga menjadi pintu masuk utama bagi anda yang ingin berkunjung ke Belitung.

Di kota ini terdapat sebuah bandara yang sudah terhubung dengan kota besar seperti Jakarta, Batam dan Palembang. Selain jalur udara anda juga bisa datang ke Tanjungpandan melalui jalur laut.

Nah kalau sudah tiba di Belitung, tidak ada salahnya anda mencoba city tour dikota Tanjungpandan ini. Anda bisa memesan paket tour Belitung melalui travel Belitung, atau bisa juga dengan sewa Mobil rental Belitung. Alternatif lainnya, anda bisa menggunakan taxi atau dengan menyewa ojek.

Baca : Inspirasi Weekend Di Belitung

Dan, inilah beberapa hal yang sayang untuk dilewatkan saat city tour di Tanjungpandan, Belitung

Museum-Tanjung-PandanMuseum Tanjung Pandan

Museum Pemda Belitung masih terletak di dalam Kota Tanjungpandan, tak jauh dari Pantai Tanjung Pendam. Museum ini dahulu bernama Museum Geologi dan dibangun atas prakarsa DR. Osberger, seorang ahli Geologi berkebangsaan Belgia, pada tahun 1963 saat Beliau masih bertugas di unit Penambangan Timah Belitung. Di Museum ini pengunjung dapat menelisik sejarah penambangan timah di Pulau Belitung dalam bentuk replika tambang dan peralatannya, barang-barang peninggalan bersejarah, dan juga sebuah kebun mini lengkap dengan sarana bermain anak.

ramah_adat_belitungRumah Adat Belitung

Di sini dipamerkan sejarah Pulau Belitung, termasuk sejarah tambang timah. Ya, seperti Pulau Bangka, di Pulau Belitung juga ditemukan timah. Dari atas pesawat kita dapat melihat Pulau Belitung bopeng-bopeng akibat digali rakyatnya untuk mencari timah.

Di halaman belakang museum terdapat hewan peliharaan, salah satunya buaya besar. Kalau anda pernah menonton film Laskar Pelangi dimana ada adegan teman si Ikal dihadang buaya besar, maka inilah buayanya, yang dipinjam untuk keperluan shooting.

Rumah adat Belitung berbentuk rumah panggung seperti jamak rumah adat di Pulau Sumatera. Ini merupakan rumah ada belitung yang dapat dimasuki oleh wisatawan. Tarif masuk gratis. Di dalamnya kita bisa melihat foto-foto Belitung tempo dulu (1927) dari goede boek billiton. Kita juga bisa melihat pakaian dan pernak-pernik pengantin Belitung, perkakas pertanian dan pertukangan Belitung tempo dulu, dan juga alat musik tradisional.

Rumah Adat Belitung terdiri dari dua bagian besar, yaitu rumah induk di depan dan bagian dapur atau gudang di bagian belakang. Di bagian depan terdapat ruang yang luas dengan setting duduk di lantai. Udara di ruang ini cukup sejuk karena seluruh bagian rumah terbuat dari kayu dan dari lantai berhembus angin yang datangnya dari kolong ruangan. Ada pelaminan dengan pernak-pernik ornamen pengantin pria dan wanita. Beberapa foto menghiasi dindingnya. Jendela dalam keadaan tertutup karena menjelang malam. Umumnya pesta bedulang diadakan di ruangan ini. Di bagian belakang merupakan dapur dan tempat menyimpang perkakas dapur dan pertukangan.

belanja oleh oleh belitungBelanja oleh-oleh

Meski belum memiliki pasar khusus oleh-oleh namun bukan berarti tak ada tempat menarik untuk berburu cendramata atau oleh-oleh khas Belitung. Terdapat beberapa otlet/toko oleh-oleh Belitung yang bisa Anda kunjungi antara lain ; BB Snack, KKB, OK, Cap Keluarga, Cia-Cia, Pondok Klapa, dan masih banyak lagi.

Cukup banyak pilihan oleh-oleh yang bisa Anda bawa sebagai buah tangan di berbagai toko oleh-oleh tersebut. Mulai dari aneka kerupuk/kemplang, cinderamata, kaos, Batu Satam, lalu hasil kerajinan dari laut seperti kerang. Kalau makanan khasnya ada kerupuk ikan, getas, kemplang, kopi Belitung, terasi dan lain-lain.

Mie Belitung AtepMie Atep

Sebagai awal/penutup perjalanan Anda di Belitung, cobalah menyantap Mie Atep. Mie khas Belitung ini ialah sajian mie kuning yang disiram kuah udang, lengkap dengan taburan bakwa udang, timun, potongan kentang rebus, tauge dan udang rebus. Sebagai pelengkapnya, emping melinjo. Sedapppp!!!

tanjung pandanTugu Batu Satam

Terletak di tengah kota, tugu ini merupakan ikon kota. Batu satam berwana hitam, dipercaya masyarakat setempat sebagai meteorit yang jatuh dari langit. Sejumlah pengrajin lokal mengolah batu satam menjadi aneka suvenir, mulai dari cincin, gelang hingga kalung. Harganya variatif, mulai dari ratusan ribu rupiah.

kv senang belitungKV Senang

KV senang masih terdapat diarea monumen Batu Satam. Tempat ini merupakan salah satu tempat berkumpulnya masyarakat lokal Belitung. Wisatawan yang datang ketempat ini bisanya duduk bersantai menikmati aktivitas masyarakat dikota kecil ini, sembari menikmati Mie Belitung, Soto Belitung ataupun sekedar ngopi-ngopi santai. Untuk mendapatkan susana yang lebih nyaman, kami sarankan anda datang pada malam hari.

belitung timpo dulukRumah Makan Belitung Timpo Duluk

Bagi anda pencinta kuliner, Rumah Makan Belitung Timpo Duluk rasanya sayang untuk dilewatkan. Selain menawarkan aneka makanan khas Belitung, rumah makan ini menawrkan susana yang amat menenteramkan. Ditempat ini anda dapat berfoto ria menikmati dan membayangkan susana Belitung Tempo Dulu. Sebuah susana yang sangat klasik bisa anda rasakan ditempat ini.

Warung-Kopi-AkeWarung Kopi Ake dan Kong Djie

Pergi ke Belitung, Provinsi Kepulauan Bangkas Belitung, wajib menyeruput kopi di dua warung kopi legendaris yaitu Warung Kopi Ake dan Warung Kopi Kong Djie. Dua warung kopi (warkop) itu disebut-sebut sebagai kedai kopi yang berumur lebih dari 50 tahun.

Setelah hampir satu abad, peralatan di Warung Kopi Ake telah digunakan secara turun temurun dari awal berdiri. Pengunjung bisa melihat peralatan jadul seperti gentong tempat menaruh air, alat penyulingan air, sampai ketel. Sebagian besar perkakas yang dipakai terbuat dari tembaga, sehingga mudah diperbaiki jika rusak.

Pengunjung juga bisa ikut bernostalgia dengan suasana Warung Kopi Ake. Di dalam warung, terpajang foto-foto keluarga dari pemilik Warung Kopi Ake.

Untuk menu yang ditawarkan hampir sama seperti warung-warung kopi pada umumnya. Pengunjung bisa memesan kopi hitam, kopi susu, teh manis, teh tarik, dan jeruk kunci. Semuanya bisa dipesan panas maupun dingin.

Jadi selain makan-makan, rumah makan ini juga telah menjadi salah satu objek wisata yang menarik bagi anda yang ingin mengenal Belitung pada masa lampau. Design bangunan, pelayanan, dan suasana ditempat ini makin terasa begitu berkesan bila anda datang pada malam hari.

Baca Juga : Weekend Ke Bangka, 5 Pantai Ini Tak Boleh Dilewatkan

Galeri-KUMKM-BelitungGaleri UMKM Belitung

“Belanja oleh-oleh produk Belitung”, begitu motto pusat kerajinan dan usaha kecil menengah (UKM) ini. Di ruangan seluas 10×20 meter, pengunjung dapat leluasa memilih aneka produk makanan, suvenir dan pakaian. Oleh-oleh makanan khas Belitung didminasi oleh hasil olahan kekayaan laut seperti ikan tenggiri dan cumi-cumi.

Kerajinan dari kerang laut mendominasi produk suvenir, mulai dari gantungan kunci, asbak, hiasan dinding. T-shirt sablon dengan logo Laskar Pelangi atau peta Belitung dihargai mulai 40.000 rupiah. Tersedia juga perhiasan dari batu satam yang hanya ada di Belitung, harga mulai 200.000 rupiah.

Batu Satam merupakan salah satu ikon Belitung dan monumen Batu ini juga berdiri dengan apik dipusat kota. Sebagian masyarakat percaya bahwa Batu Satam bisa memberikan dampak positif bagi pemakainya. Ada juga yang menggunakan batu ini sebagai terapi penyembuhan.

Sampai tulisan ini dimuat, Galeri KUMKM Kabupaten Belitung memiliki 601 item produk dari sebanyak 245 Usaha Kecil Menengah (UKM). Sangat lengkap bukan. Ya, perkembangan pariwisata Belitung pasca hebohnya film dan novel fenomenal Laskar pelangi berhasil memberikan manfaat cukup besar bagi pelaku UKM lokal.

Tempat ini memang telah menjadi pilihan bagi para pelaku UKM untuk mempromosikan dan memasarkan produknya sekaligus juga dalam rangka menunjang pariwisata Belitung. Kini galeri UMKM lainnya juga telah berdiri dan bisa anda temui di Kabupaten Belitung Timur, tepatnya di kota Manggar.

Para pelaku UKM yang memasarkan produknya ditempat ini selalu dihimbau agar membuat produk dengan melengkapi standar produk, seperti PIRT, merek agar kemasan lebih menarik dan mampu meyakinkan konsumen yang datang untuk berbelanja.

Galeri UKM Belitung terletak di Jl.Sriwijaya, Tanjung Pandan, tepat dipusat kta Tanjungpandan. Galeri ini buka tiap hari mulai Pukul.08.00 – 19.00 wib. Tempat ini sangat mudah dijangkau. Bila Anda menginap dihotel-hotel yang terletak dipusat kota, Anda bisa jalan kaki ke tempat ini.

Demikianlah beberapa obyek wisata menarik untuk anda yang ingin menikmati city tour di Belitung.

Kota Tanjungpandan Belitung memang tidak terlalu besar. Jadi Anda juga bisa menyelingi aktivitas city tour Belitung dengan mencicipi kuliner atau menikati Danau Kaolin. Kami memiliki program liburan Belitung yang spesial dimana aktivitas wisata Anda selama di Belitung akan kami rancang dengan menarik dan tak lupa city tour Belitung juga sudah termasuk didalamnya.

Dapatkan penawaran terbaik untuk berbagai program paket wisata Belitung, hubungi kami Visca Tour Belitung atau Tour Operator Bangka Belitung BangkaTour.com.

2 thoughts on “Inilah Obyek Wisata Untuk City Tour di Belitung

  1. Belum kesampaian ke warung kopie Ake. Hari Sabtu nanti (23/7) mau ke sana ah. Ketemu di sana yuk Hari.

    Yang lain udah semua, paling keren Museum Tanjung Pandan. Takjub dengan isi museumnya yang boleh dibilang amat banyak. Apalagi saat tahu sejarah di balik “harta karun” itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *