Melayani Turis Mancanegara

Tahun lalu saat berencanan menggarap market turis mancanegara, saya menemukan sebuah studi menarik tentang Karakter & Budaya Wisatawan Mancanegara. Pemahaman terhadap karakter mereka sangat penting karena hal ini akan sedikit memudahkan kita dalam memberikan layanan terbaik untuk mereka.

Setelah membaca studi tersebut dan menganilis pengalaman kami ketika melayani wisatawan asing dalam beberapa tahun terakhir. Agaknya studi ini patut dijadikan acuan bagi para pelaku bisnis wisata dalam upaya memberikan layanan terbaik dan bernilai bagi turis mancanegara yang berkunjung ke Indonesia.

Nah, berikut ini saya rangkum kembali karakter & budaya turis asing dari berbagai negara yang kebetulan pernah kami layani menurut study tersebut :

  • Karakter Turis dari Cina/Taiwan/Korea
    – Pentingkan nilai dan prinsip.
    – Menyukai harga murah dan tidak terlalu mementingkan fasilitas dan pelayanan.
    – Banyak bicara/cerewet/ramah sekali dan perbincangan perlu ada timbal balik.
    – Sembarang tindakan lebih dikedepankan.
    – Menonjolkan peran dan kesan budaya cina.
    – Orang cina tergolong tidak sabaran dan gampang marah bila  tidak cepat bertindak.
    – Lebih menyukai bahasa sendiri daripada Bahasa inggris.
    – Suka bergerombol dalam satu kelompok ramai-ramai.
    – Selalu berpikir ekonomis.
    – Orang cina sifatnya tertutup, kecuali kepada yang sudah dikenal dan dipercaya.
  • Karakter Wisatawan Perancis
    – Tertarik pada kebudayaan tradisional, pranata sosial, tarian drama, musik, seni, upacara adat dan keagamaan serta nuansa pedesaan.
    – Tertarik belajar dan berkunjung ke atraksi wisata yang spesifik khususnya tempat-tempat arkeologi, candi-candi kuno dan tempat-tempat yang dikomersilkan.
    – Suka mencoba pengalaman dan aktivitas baru serat cenderung berpetualang.
    – Suka belanja kerajinan tangan  dan barang-barang antik.
    – Tidak mau tergesa-gesa atau ceroboh,selalu berpikir panjang, dan teliti.
    – Bersahabat, disiplin, memiliki tingkah laku yang baik, sopan dan patuh pada peraturan tetapi mudah kecewa apabila tidak menyukai sesuatu.
    – Suka berbicara dengan bahasa Perancis walaupun dapat berbahasa inggris.
    – Cenderung berpakaian sesuai dengan situasinya, bisa rapi sekali/modis, berparfum dan juga terkadang cara berpakaian sangat ekstrim saat dipantai.
    – Sangat romantis, kalem, walaupun tradisional tetapi intelektualnya kuat.
    – Saat makan ingin menikmati dengan berlama-lama dalam suasana romantis.
  • Karakter Turis dari Jerman
    – Sopan, terbuka, memiliki tingkah laku yang baik, mengomentari langsung setiap pengalaman mereka.
    – Suka belanja souvenir dari batu dan kayu.
    – Toleransi pada fasilitas dan pelayanan yang berbeda.
    – Keingintahuannya tinggi terhadap sesuatu, bahkan sampai mendetail.
    – Suka daerah yang apa adanya, murni dan ingin mengetahui atraksi hingga tuntas.
    -Tertarik pada kebudayaan tradisional,upacara keagamaan, tarian,tempat sejarah,pemandangan yang indah dan suka membandingkan kebudayaan tradisional satu dengan yang lainnya.
    – Menyukai perjalanan sesama bangsanya, terkadang kurang bisa bergabung dengan bangsa lain.
    – Disiplin, teliti, mempunyai organisasi yang baik, komitmen, dan intelek.
  • Karakter wisatawan asal Inggris
    – Disiplin, egois, menjaga prestigious atau citra, secara psikologis melayani orang dengan bersahabat tetapi juga mempunyai kepribadian ingin dilayani dengan baik.
    – Teliti dalam pengeluaran uang, rapi dan komitmennya tinggi.
    – Individualistis dan mandiri, tidak menyukai perjalanan berkelompok atau grup,lebih menyukai perjalanan sendiri.
    -Hangat, Sopan, mempunyai tingkah laku yang baik dan menjaga hubungan persahabatan.
    – Kurang terbuka seperti orang eropa lainnya dan mempunyai kepribadian yang kuat.
    – Tertarik budaya tradisional dan karakteristiknya menyukai pantai serta alam yang indah.
    – Tidak suka privasinya diganggu.
  • Karakter pelancong asal Belanda
    – Perhatian sekali terhadap kesehatan dan sanitasi, khususnya makanan dan minuman.
    – Hubungan sejarah yang kuat, suka mengunjungi tempat-tempat bernostalgia seperti keluarga yang dahulu tinggal dan bekerja di perkebunan ataupun makam nenek moyangnya. Semua ini informasinya didapat dari sejarah yang dia pelajari dari skolahnya.
    – Suka informasi yang spesifik dan akurat, tapi kecewa apabila informasi tersebut tidak benar.
    – Disiplin, taat peraturan, bersahabat, suka humor tetapi tidak selalu terbuka, terus terang dalam memberikan komentar dan reaksi.
    – Sangat tertarik dengan bentuk-bentuk kebudayaan dan pemandangan alam yang indah serta perkembangan-perkembangan yang terjadi.
    – Suka melihat bangunan-bangunan bersejarah tentang masa lalu Belanda di Indonesia.
  • Karakter turis Amerika
    – Menyukai fasilitas dan pelayanan standar kualitas tinggi
    – Menyukai aspek kebudayaan tradisional seperti tarian, upacara adat dan upacara keagamaan
    – Menyukai pemandangan alam yang indah, termasuk pantai dan tertarik dengan bentuk perkembangan yang terjadi
    – Tidak menyukai perjalanan kaki jauh suka perjalanan dekat dan berpindah-pindah
    – Bersahabat, sopan, bertingkah laku baik, sedikit formal, jujur, terbuka langsung dalam mengekspresikan pendapat dan reaksi tentang apa saja tanpa memandang perbedaan status
    – Suka pengalaman baru, bentuk informasi terbaru dan akurat, bersahabat, toleran, mudah beradaptasi, humoris, terbuka sedikit kasar, serta suka bersosialisasi dengan penduduk setempat walaupun terkadang juga banyak yang egois maupun individualistis
    – Menerima dan menyukai fasilitas dan pelayanan yang sederhana, murah meriah, seadanya dan sering pindah-pindah dengan melakukan perjalanan sendiri
    – Menyukai kebudayaan desa dan aktivitas pantai yang tradisional serta aktivitas dunia malam seperti diskotik
  • Karakter wisatawan asal Australia
    – Terbuka, arogan, egois, dan terkadang sulit ditangani tetapi terkadang mereka juga bersahabat
    – Tidak terlalu suka dengan banyak aturan  (lebih menyukai kebebasan)
    – Menyukai harga murah meriah dan tidak terlalu mementingkan kemewahan fasilitas dan pelayanan
    – Ceroboh dan sembarang tindakan lebih dikedepankan dan cara berpakaian terkadang sangat ekstrim
    – Menyukai pantai dan kebudayaan tradisional
    -Menyukai perjalanan secara individu (backpacker) dan kurang menyukai berkelompok
    – Pemuda Australia sangat menyukai kehidupan malam seperti club.
  • Karakter turis Jepang
    – Melakukan perjalanan kelompok dan sangat takut kalau lepas dari grupnya.
    – Disiplin, komitment terhadap janji dan jadwal, orang Jepang tertutup dia tidak mudah percaya dengan orang yang belum dia pahami, bila sekali saja tidak dapat kepercayaan maka susah untuk percaya lagi.
    – Menyukai masakan Jepang dan Eropa.
    – Suka belanja kerajinan tangan, barang tradisional.
    – Tertarik pada sesuatu yang unik dan suka difoto serta suka kehidupan malam.
    – Suka fasilitas dan pelayanan standar tinggi yang ditangani langsung oleh orang-orang Jepang sendiri, atau paling tidak ada karyawan yang mau menggunakan bahasa Jepang.
    – Tidak pernah langsung mengemukakan kekecewaan atau kemarahan selalu mengikuti saja, namun kekecawaan dilampiaskan lewat tulisan setelah kembali ke negaranya.
  • Karakter pelancong dari Singapura
    – Karakter orang Singapura seperti karakter orang Cina modern.
    – Disiplin, walaupun orangnya kecil tetapi tegas dan berkomitment tinggi.
    – Suka judi, club, dan suka belanja.
    – Menyukai fasilitas dan pelayanan sederhana, sangat tertarik dengan atraksi alam, dan keunikan modernisasi.
  • Karakter wisatawan asal Malasya
    – Daya belinya termasuk rendah dan tidak terlalu tertarik untuk belanja.
    – Mudah ditangani dalam perjalanan, tetapi harus disiplin, lebih banyak persamaanya dengan orang Indonesia sesama Melayu dan kedekatan kesamaan agamanya.
    – Fasilitas dan akomodasi cukup sederhana, makanan padang termasuk favoritnya.
    – Sangat tertarik akan keindahan alam, termasuk pantai.

papua TravelerItulah sekilas gambaran mengenai karakter dan budaya wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia. Dengan pemahaman yang baik terhadap calon kline kita tentu dituntut untuk terus dapat meningkatkan layanan dan kepuasan mereka. Apalagi jumlah kunjungan wisatawan asing dalam beberapa tahun terakhir cukup mengembirakan.

Bagaimapun juga upaya untuk mendatangkan sebanyak mungkin para pelancong dari berbagai negara ke Indonesia harus dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan dan insfrastruktur yang memadai. Hal ini sangat diperlukan karena kita semua tentu berharap sekali berkunjung mereka akan rindu untuk kembali lagi.

Bagi Anda yang baru saja atau masih berencana memulai bisnis tour and travel, saya berharap tulisan ini dapat sedikit memberikan gamabaran mengenai kualitas layanan yang harus kita perhatikan kedepan.

Khus untuk teman-teman yang telah berpengalaman dalam melayani klien dari mancanegara, silahkan bagikan pengalaman pada pembaca blog ini pada kolom komentar dibawah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *