Inilah Objek Wisat Budaya di Belitung

Belitung dikenal luas dengan Laskar pelangi dan wisata Pantai serta pulau-pulau kecil yang sangat menakjubkan yang terdapat diperairan pulau. Mereka yang sudah pernah mengikuti paket tour Belitung tentunya sudah disuguhi dengan dengan beberapa ikon wisata Belitung seperti Sekolah Laskar pelangi, Tour island hopping ke pulau Lengkuas, pulau kepayang, pulau burung, pulau Batu belayar, dan puau-pulau lainnya.

Klien Tour Operator Bangka Belitung www.bangkatour.com

Pantai-pantai populer di Belitung seperti pantai Burung Mandi, pantai Tanjung kelayang, pantai Tanjung Tinggi, pantai Tanjung pendam juga harusnya tidak dilewatkan saat liburan ke Belitung. Inilah daya tarik utama pulau Belitung yang kini elah menjadi salah satu top destinasi wisata domistik.

Bila musim liburan atau weekend tiba, hotel-hotel di Belitung yang memang belum terlalu banyak akan sulit Anda dapatkan bila tidak melakukan pemesanan sejak jauh-jauh hari. kami selalu menyarankan wisatawan untuk melalukan booking Paket Wisata Belitung setidaknya 30 hari sebelum keberangakatan ke Belitung.

Nah, jika objek wisata utama seperti laskar pelangi, Pantai dan Pulau-pulau telah banyak dibahas diberbagai website dan blog travel, kali ini kami sajikan beberpa objek wisata Budaya Belitung yang mungkin bisa jadi inspirirasi bagi Anda yang ingin kembali atau sedang merencanakan liburan ke Belitung yang saya kutip dari IndonesiaKaya.com. Paket Liburan Hemat Belitung bisa Anda pesan langsung di website kami.

Mesum Tanjungpandan Belitung

Bila berkunjung ke Pulau Belitung dan ingin melihat benda-benda tradisional peninggalan Negeri Laskar Pelangi dari tempo dulu, coba berkunjung ke Museum Tanjung Pandan.

Di museum ini, tersimpan semua benda yang berhubungan dengan Negeri Laskar Pelangi, mulai dari hewan yang diawetkan hingga peninggalan masa kolonial Belanda.

Memasuki halaman depan museum yang terletak di Jalan Melati No. A41, Tanjung Pandan, pengunjung akan disambut oleh ikan arapaima dan buaya muara berukuran besar yang sudah diawetkan. Ikan arapaima dan buaya muara ini banyak ditemukan di sungai-sungai yang terdapat di wilayah Belitung.

Memasuki ruang dalam, pengunjung akan melihat aneka koleksi senjata peninggalan Jepang dan Belanda. Senjata-senjata tersebut berupa samurai, pedang, dan senjata laras panjang peninggalan kolonial Belanda. Samurai peninggalan Jepang bertarikh tahun 1514 ini menjadi salah satu koleksi tertua yang dimiliki Museum Tanjung Pandan.

Tidak hanya senjata kolonial, ruang ini juga menyimpan koleksi senjata peninggalan kerajaan yang pernah ada di Belitung. Koleksi tersebut seperti keris, tombak lade, serta golok.

Sementara itu, di ruang yang lain, dapat dilihat aneka peralatan yang digunakan masyarakat Belitung tempo dulu seperti setrika, pahar, serta tempat sirih. Selain itu, ada juga perabotan rumah tangga lainnya seperti ceret, periuk tembaga, dan gantang.

Koleksi lain yang dapat dilihat di museum ini adalah peninggalan harta karun yang didapat di perairan bawah laut Belitung. Peninggalan tersebut berupa keramik dan gerabah. Kesemuanya tersusun rapi di sebuah ruang khusus.

Di museum ini, pengunjung juga bisa melihat maket peleburan timah dari tambang-tambang yang banyak terdapat di Pulau Belitung. Maket-maket ini menjadi penggambaran kalau dahulu penambangan timah pernah berjaya di pulau ini.

Dahulu, museum ini bernama Museum Geologi dan didirikan oleh seorang ahli arkeologi berkebangsaan Austria bernama Rudi Osberger pada 2 Maret 1962. Seiring perkembangan zaman dan bertambahnya koleksi museum, akhirnya museum ini berganti nama menjadi Museum Tanjung Pandan.

Museum Tanjung Pandan buka dari Senin sampai Minggu dari jam 08.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Tradisi Marastaun Belitung

Tradisi ini bertujuan untuk mencari keselamatan kampung. Dalam tradisi yang diadakan setiap tahun ini seluruh warga berkumpul di rumah seorang tokoh atau bisa dibilang dukun yang dihormati di seluruh kampung untuk didoakan bersama-sama. Inilah tradisi marastaun yang masih dianggap sakral di negeri laskar pelangi.

Tradisi yang biasanya diadakan setiap bulan Mei ini diawali dengan sambutan dari dukun yang dianggap tokoh di kampung. Selanjutnya, ritual dilanjutkan dengan doa-doa yang dipimpin oleh sang dukun. Dalam memanjatkan doa, seluruh warga secara khusyuk mengikuti rangkaian doa dan permohonan kepada Tuhan. Setelah doa-doa selesai dipanjatkan, acara diakhiri dengan makan bersama yang dilakukan seluruh warga kampung.

Makan bersama ini dilakukan dengan cara tradisional Belitung yakni makan bedulang. Setiap warga membentuk lingkaran dan menikmati sajian makanan khas yang hanya ada saat tradisi marastaun yakni berupa Lepat, gula aren cair, ikan, ketan, dan ayam.

Ada yang unik dari tradisi Marastaun yakni sebelum pulang seluruh warga diberikan bedak tepung yang sudah diberikan bacaan-bacaan oleh sang dukun. Bedak tepung ini wajib dipakai di wajah dan seluruh badan guna mendapatkan keselamatan harta benda dan dijauhkan dari segala mara bahaya.

Di Belitung sendiri perayaan tradisi marastaun biasanya dilakukan selama satu minggu penuh. Perayaan ini selalu diisi dengan hiburan-hiburan tradisional seperti menggelar sandiwara Dul Mulok dan Beripat Beregong, sebuah tradisi adu ketangkasan dua orang pria dengan menggunakan cambuk.

Kampung Bali di Belitung

Memasuki kawasan yang satu ini, Anda akan disajikan pemandangan rumah-rumah dan pura-pura yang ada di sekitar kampung. Sepanjang jalan sejauh 2 kilometer ini, Anda akan merasakan suasana Bali yang ada di Pulau Belitung. Inilah Kampung Bali yang terletak di Desa Sijuk, Pulau Belitung.

Sebuah gapura khas Bali akan menyambut begitu memasuki Kampung Bali. Masuk lebih ke dalam, kita akan disajikan pemandangan pura-pura yang berdiri megah di pinggir jalan. Selain itu, rumah-rumah dengan sentuhan Bali juga bisa kita lihat di sini.

Kampung Bali sudah ada di Desa Sijuk sejak tahun 1991. Masyarakat Bali yang hidup di sini sebagian besar memiliki mata pencaharian sebagai petani dengan membuka ladang kosong yang ada di sekitar kampung.

Ada sekitar 130 kepala keluarga yang menghuni kampung yang juga diberi nama Desa Balitung ini. Sehari-harinya, kampung ini juga dikunjungi wisatawan asing yang ingin merasakan suasana Bali di Pulau Belitung.

Letaknya yang tidak jauh dari kawasan pantai-pantai indah yang ada di Desa Sijuk membuat kampung ini menjadi salah satu destinasi unik di Pulau Belitung.

So, siapa bilang Belitung hanya melulu soal pantai. Bagi Anda yang suka budaya atau ingin menikmati wisata religi/rohani di Belitung Anda juga dapat membaca ulasan kami atau silahkan hubungi travel konsultan Mitra Wisata idaman sekarang!. Liburan di Belitung bersama travel Belitung memang menawarkan kelebihan tersendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *