Bagaimana Peluang Kerjasama Pariwisata RI Dengan Negara-negara Amerika Selatan

Bangka Belitung sangat beruntung memiliki pantai dan alam yang mengagumkan. Apalagi iklim di Indonesia sangat bagus. Kalau masyarakat Argentina tahu, saya yakin mereka sangat tertarik untuk datang kesini. (Ricardo Luis Bocalandro, Dubes Aegentina)

Pariwisata nampaknya menjadi sektor yang semakin seksi. Pemerintah melalui berbagai kementrian semakin gencar melakukan berbagai upaya untuk menggenjot sektor ini. Tak terkecuali Kementerian Luar Negeri.

Pekan lalu misalnya, Dir Amselkar – Kemenlu, sukses menyelenggarakan diskusi menarik dengan berbagai elemen pariwisata di Bangka Belitung. Diskusi tersebut mengangkat tema : Peluang Kerjasama Pariwisata Dengan Negara-negara Amerika Selatan & Karibia.

Perlu diketahui bahwa kawasan Amerika Selatan dan Karibia (Amselkar) merupakan pasar potensial yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh Indonesia, baik dari aspek peningkatan ekspor, investasi, maupun jumlah wisatawan mancanegara. Khusus untuk sektor pariwisata, outbound tourist dari kawasan ini tahun 2013 sebanyak 56 juta orang, dan periode 2009-2013 tren outbound tourism meningkat 50% atau di atas rata-rata pertumbuhan outbound tourism global.

Sementara untuk periode 2013, inbound tourist dari kawasan ke Indonesia baru sebanyak 33.529 orang. Jumlah wisman tertinggi dari Brasil sebanyak 16.310 orang diikuti oleh Argentina, Kolombia, Chile, Peru, Uruguay, Venezuela, dan Ekuador.

Saya turut hadir ke acara yang dilaksanakan di Hotel Novotel Bangka tersebut. Acara ini menghadirkan Dubes Peru untuk Indonesia HE Roberto Herman Seminario Portocarrero dan Duta Besar Argentina HE Ricardo Luis Bocalandro, Direktor Amselkar dan Dinas Pariwisata Babel serta perwakilan Asosiasi Tour and Travel (ASITA) DPD Bangka Belitung.

Dalam paparannya, Duta Besar (Dubes) Argentina, Ricardo Luis Bocalandro menyebutkan, dengan penduduk 42 juta jiwa, 12,4 juta jiwa diantaranya melakukan perjalanan ke luar negeri dan pada 2014 6,6 juta tercatat melakukan kegiatan wisata.

“Kami baru tahu Bangka Belitung memiliki potensi wisata yang besar. Dan kami berharap ada hubungan kerjasama,” harapnya seraya memaparkan potensi lainnya.

Senada dengan dubes Argentina, Dubes Peru, Robert Seminario Portocarrero juga mengaku sangat tertarik dengan wisata Bangka Belitung, ia bahkan melihat potensi Babel dari segi makanan (kuliner) dan alamnya sangat indah, namun ia masih belum mengetahui cara dan upaya Babel untuk mengembangkan dan mempromosikan pariwisata di Babel ini.

Ia juga membeberkan potensi yang ada di peru, salah satu diantaranya kuliner yang enak meskipun ia mengakui tampilannya belum menarik, dan ini akan dikembangkan agar menarik.

“Dalam hal meningkatkan kunjungan wisatawan ke Babel, kami menawarkan agar Babel memanfaatkan duta besar, pamflet, brosur yang bisa dibaca masyarakat kami tentang potensi Babel, dan juga bisa memanfaatkan internet, sosial media; instagram, twitter, dan sebagainya, hal-hal tersebut akan meningkatkan pengetahuan masyarakat kami tentang Babel,” sarannya.

Sementara itu Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Rustam Effendi berharap, Provinsi Babel bisa menjual keindahan pariwisata dan potensi lain-nya ke negara-negara Amerika Latin atau Amerika Selatan dan Kepulauan Karibia. Dengan demikian, geliat pariwisata Babel bisa lebih meningkat dan ekonomi masyarakat akan terdongkrak.

Pak Gub optimis kedepan akan banyak wisatawan yang berkunjung ke Babel. Oleh karenanya, ia mengharapkan kerjasama semua elemen masyarakat untuk mendukung pariwisata Babel lebih baik lagi.

“Saya pikir banyak peluang yang bisa kita kerjasamakan, mereka mensuplai daging, sementara kita butuh daging yang cukup besar, kemudian kita juga bisa promosikan apa yang mereka dibutuhkan, dan dari roundtable discussion ini akan kita dapatkan semacam rekomendasi, apa yang bisa kita kerjasamakan,” ujar Rustam.

Lebih jauh Gubernur Babel ini juga memaparkan bahwa Bangka Belitung memang memiliki pariwisata yang bisa menjadi andalan untuk daya tarik wisatawan berkunjung, dan target kita hingga 2017 mencapai 10.000 wisatawan mancanegara, dan domestik 600.000 orang. Saat ini pariwisata sudah meningkat, hotel dan kuliner mulai meningkat. Namun disisi lain, cinderamata masih relatif mahal, kedepan akan diupayakan buat souvenir yang terjangkau.

Sementara Kadis Pariwisata Babel dan Andi Purwanto yang mewakili DPD ASITA Babel menyatakan bahwa para pelaku wisata bisnis Travel di Babel siap menyambut kunjungan wisatawan dari kawasan Amerika Selatan dan Karibia. Andi juga sempat mengenalkan sejumlah objek wisata populer Babel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *