Nasehat Kecil Tentang Uang

Saya menerima cukup banyak nasehat dan inspirasi tentang Uang. Sama seperti saya, pastinya anda juga sudah cukup banyak membaca, mendengar atau mangalami sendiri bagaimana “uang” menjadi warna tersendiri dalam keseharian kita. Ia hampir tak terpisahkan dalam berbagai sendi dan aktifitas kehidupan kita.

Beberapa nasehat yang hampir selalu saya ingat tentang uang antara lain ; “Uang bukanlah segala-galanya, tapi hampir segalanya butuh uang”. “Defini tentang uang, akan menentukan seberapa banyak jumlah uang yang bia kamu miliki”. Ada juga yang bilang “uang itu terbatas, jika kamu fokus mengejar uang, ia malah akan teru lari”. Dan, masih banyak lagi yang lainnya. Anda bisa menambahkannya sendiri dikolom komentar dibawah artikel ini.

Nah, dari begitu banyak nasehat tentang uang, kemaren saya mendapatkan nasehat yang cukup menginspirasi. Meski lagi-lagi tentang uang, namun rasanya nasehat kali ini agak menyentuh. Untuk itulah dihari senin yang cerah ini, saya bagikan nasehat itu di blog ini. Mudahan-mudahan menjadi inspirasi bagi kita semua untuk merenungkan kembali pemahaman kita tentang uang.

duitNamaku UANG (suka dipanggil juga DUIT)

Wajahku biasa saja, fisikku juga lemah, namun aku mampu merombak tatanan dunia.
Aku juga “bisa” mengubah Perilaku, bahkan sifat Manusia karena manusia mengidolakan aku.

Banyak orang berubah kepribadiannya, mengkhianati teman, menjual tubuh, bahkan meninggalkan keyakinan imannya, demi aku!

Aku tidak mengerti perbedaan orang saleh & bejat, tapi manusia memakai aku menjadi patokan derajat, menentukan kaya miskin & terhormat atau terhina.

Aku bukan iblis, tapi sering orang melakukan kekejian demi aku.

Aku juga bukan orang ketiga, tapi banyak suami istri pisah gara-gara aku, kakak dan adik beradu dan saling benci karena aku.

Tidak sedikit anak dan orangtua berselisih gara-gara aku.

Sangat jelas juga aku bukan Tuhan, tapi manusia menyembah aku seperti Tuhan, bahkan kerap kali hamba-hamba Tuhan lebih menghormati aku, padahal Tuhan sudah pesan jangan jadi hamba uang.

Seharusnya aku melayani manusia, tapi kenapa malah manusia mau jadi budakku?

Aku tidak pernah mengorbankan diriku untuk siapa pun, tapi banyak orang rela mati demi aku.

Perlu aku ingatkan, aku hanya bisa menjadi alat bayar resep obat kamu, tapi tidak mampu menambah umur hidup kamu.

Kalau suatu hari kamu dipanggil Tuhan, aku tidak akan bisa menemani kamu, apalagi menjadi penebus dosa-dosa kamu. Bangka Toursism harus menghadap sendiri kepada sang Pencipta lalu menerima penghakiman-Nya.

Saat itu, Tuhan pasti akan hitung-hitunganan dengan kamu, APAKAH SELAMA HIDUP kamu MENGGUNAKAN aku dengan baik, atau sebaliknya MENJADIKAN aku sebagai TUHAN?

Dan ini informasi terakhir dariku: AKU TIDAK ADA DI SURGA, Jadi jangan cari aku disana!.

Salam sayang dari Uang.

Btw; nasehat pakar otak kanan Ippho santosa ini rasanya juga layak kita renungi : apakah anda sudah belajar ‘ilmu uang’ ?.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *