Bagaimana Memulai Investasi Reksadana

reksa dana

Reksadana bukanlah hal yang baru di Indonesia. Banyak pakar perencana keuangan yang menyarankan produk pasar modal yang satu ini. Sejujurnya, saya sendiri sangat menyesal baru kenal instrumen ini dalam beberapa tahun terakhir. Disisi lain senang rasanya melihat pamor produk investasi reksadana ini kian populer.

Ada beberapa hal yang membuat reksadana masih belum dilirik masyarakat luas, seperti ini misalnya masih banyak masyarakat yang belum memahami secara mendalam apa itu investasi reksadana dan Bagaimana Memulai Investasi Reksadana.

Kedua hal tersebut akan kita ulas untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam bagi yang belum paham betul tentang reksadana yang sebetulnya bisa menjadi salah satu instrumen investasi bagi masyarakat. Tak terkecuali bagi anak-anak muda.

Apa itu reksa dana?

Reksadana merupakan produk investasi yang bersumber dari masyarakat / investor / pemodal yang ingin menanamkan modal untuk kemudian modal tersebut diputar kembali ke pasar modal agar lebih berkembang. Dan proses perputaran atau pengembangan tersebut dilakukan oleh manajer investasi.

Satu hal yang bisa kita yakini dan percaya adalah reksadana merupakan wadah investasi aman karena dilindungi oleh Undang-Undang Pasar Modal. Tidak sembarangan, yang mengatur dan mengawasi mekanisme investasi reksadana adalah Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.

Tugas dari OJK bukan sekedar mengawasi namun juga mengatur jalannya proses investasi ini. Ia bertugas menentukan perusahaan yang layak melakukan penghimpunan dana. Karena investasi ini menyangkut masyarakat serta modalnya memang berasal dari masyarakat, maka investasi ini dilakukan dan telah diatur sedemikian rupa agar memberikan keuntungan yang nyata dan tidak merugikan salah satu pihak baik pihak masyarakat pemodal maupun pihak perusahaan penghimpun dana.

Lalu apa saja jenis usaha atau perusahaan yang layak untuk menghimpun dana?
Perusahaan yang boleh menghimpun dana tidak terbatas baik itu Bank, perusahaan asuransi, perusahaan sekuritas, dan lain sebagainya. Jadi usaha yang dikembangkan dari investasi reksadana tidak terbatas hanya pada satu jenis melainkan beragam. Yang pasti perusahaan tersebut merupakan badan usaha yang masuk dalam kategori pasar modal yang memiliki ijin dan kinerjanya diawasi oleh OJK.

Lalu apakah investasi bodong yang selama ini marak merupakan salah satu bentuk dari investasi reksadana?

Saat ini memang marak penipuan akan investasi yang ternyata merugikan pemodal yang dalam hal ini adalah masyarakat. Namun hal tersebut terjadi karena masyarakat menginvestasikan modal mereka pada perusahaan ilegal dan oknum-oknum yang kurang bertanggung jawab.

Yang paling penting, oknum perusahaan tersebut tidak terdaftar pada OJK. Dengan begitu kita tahu bahwa perusahaan penghimpun dana yang legal dan dibawah pengawasan OJK tidak akan melakukan penipuan karena segala sesuatunya termasuk hukum sudah diatur secara terperinci dalam Undang-Undang Pasar Modal.

Bagaimana Memulai Investasi Reksadana

Inilah beberapa hal yang harus anda perhatikan sebelum mulai berinvestasi reksadana:
Sebelum membeli produknya, kenali profile resiko Anda, kemudian pastikan juga tujuan keuangan yang ingin Anda capai. Mengutip perencana keuangan Liqwina Hananto, pastikan dulu “Tujuan Lo Apa?”. Kemudian…

Mulai memilih produk Reksadana

Inilah yang pertama dilakukan setelah kita menghimpun banyak informasi yakni memilih produk. Ada banyak produk reksadana saham yang tersedia yakni sekitar 187 produk. Menariknya 43 dari jumlah produk tersebut merupakan produk saham yang menerapkan minimal pembelian yang tidak besar dan sangat terjangkau bagi masyarakat kelas menengah kebawah sekalipun yakni Rp 50.000 sampai Rp100.000.

Jadi, tentukan dari sekarang jenis reksadana yang diinginkan misalnya pasar uang, dollar, syariah, pendapatan tetap, saham, dan masih banyak lagi yang bisa kita pilih. Silahkan cari tahu dulu, jenis-jenis reksadana.

Tentukan jangka waktu investasi

Dalam investasi reksadana ada beberapa pilihan jangka waktu yang ingin kita ambil mulai dari jangka pendek, menengah atau panjang. Untuk jangka pendek, waktunya sekitar satu sampai dua tahun. Untuk jangka menengah waktunya sampai 5 tahun. Sedangkan untuk jangka panjang waktunya 5 tahun keatas.

Hal ini bisa disesuaikan dengan minat dan tujuan keuangan kita. Misalnya kita ingin bisa membeli hunian rumah 6 tahun mendatang maka kita bisa mengambil investasi jangka panjang. Jangka ini menentukan jenis reksadana yang bisa kita ambil misalnya kita akan lebih disarankan untuk mengambil jenis reksadana saham jika ingin investasi jangka panjang.

Resiko Investasi Reksadana

Bagaimana Memulai Investasi Reksadana? Kenali resikonya. Ada beberapa macam resiko dalam investasi reksadana yaitu resiko rendah, sedang dan tinggi. Tingkat resiko berbanding lurus dengan potensi keuntungan yang akan didapat.

Jadi, berani mengambil resiko dalam berinvestasi memang diperlukan. Namun tetap, pastikan kita berani sambil cerdas dalam memperhitungkan segala sesuatunya. Jadi, berani yang diiringi dengan kecerdasan bukan kecerobohan.

Untuk reksadana sendiri, keuntungan dari reksadana pasar uang sebenarnya uang yang kita investasikan lebih aman. Namun, kita akan mendapatkan keuntungan yang terbatas.

Jadi, jika ingin mendapatkan keuntungan yang lebih besar kita bisa memilih jenis reksadana saham atau campuran. Semuanya kembali kepada seberapa berani kita dalam mengambil resiko. Pastikan semuanya sudah diperhitungkan dengan matang sesuai kemampuan kita.

Langkah selanjutnya

Setelah menentukan produk dan mulai menanam investasi, pastikan untuk terus mengawasi perkembangan reksadana kita. Dengan selalu mengawasi dan mencatat setiap prosesnya bagaimana naik turunnya keuntungan, maka kita bisa mengambil langkah selanjutnya.

Apakah melanjutkan investasi reksadana yang sudah dilakukan atau meningkatkannya pada reksadana lain yang lebih potensial dalam memberikan keuntungan. Namun, pastikan dulu bahwa keuntungan yang kita dapat sudah stabil minimal dalam 3 tahun sebelum meningkatkan investasi.

Mengenai tata cara yang lebih jelasnya lagi, kita bisa mencari informasinya langsung ke pihak marketing dari manager investasi, bank, perencana keuangan atau agent penjual produk reksa dana. Pastikan kita mengecek legalitas perusahaan pengelola modal ke pihak OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk menghindari adanya bentuk investasi palsu.

Untuk lebih memahami Bagaimana Memulai Investasi Reksadana dan hal lainnya yang berkaitan dengan reksadana kita bisa membaca prospektus yang merupakan buku manual investasi reksadana.

Pengalaman Pribadi Investasi di Reksadana

Saya kenal reksadana pertama kali dari blog strageimanagement.net. Kemudian saya ikut kursus online tentang financial disini.

Setelah tertarik saya kemudian gencar berselancar untuk menggali lebih dalam. Saya pernah cerita mengenai pengalaman ini disini.

Saat ini saya memang beberapa produk reksa dana dari 4 mnager investasi berbeda. Masing-masing reksadana tersebut untuk tujuan keuangan jangka panjang. Berhubung tujuannya jangka panjang, kemudian profile resiko saya termasuk agresif, jadi semua portofolio ditempatkan pada instrumen saham. Beberapa investasi itu saya lakukan berkala dengan program outodebet dan sebagian lagi saya top up saat memiliki rejeki lebih / dana nganggur.

Karena saya tinggal dikota kecil, dimana belum ada satu-pun kantor meneger investasi dan perusahaan securitas saya sepenuhnya memanfaatkan internet. Salah satu yang menurut saya sangat membantu adalah super market reksa dana online. Silahkan googling saja ya. Saya sangat menyarankan agar investasi ini selagi anda masih muda. Baca alasannya disini

NB : Sebelum action saya menyarankan Anda belajar dulu, kursus online berkualitas tentang bisnis dan keuangan bisa Anda pelajari disini. Belajarnya gampang, bisa kapan saja dan dimana saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *