Mau Investasi Yang Aman, Yuk Kenalan Dengan Reksadana Terproteksi

Seperti yang telah Anda ketahui jika investasi dari pasar modal sangat identik dengan modal yang sangat besar sehingga tak banyak orang yang bisa melakukannya.

Sebenarnya hal ini tidak sepenuhnya benar. Sebab ada bentuk investasi yang hanya membutuhkan modal kecil, salah satunya adalah reksadana terproteksi yang mampu melindungi nilai investasi Anda dengan menguntungkan.

Apakah Yang Dimaksud Reksadana Terproteksi?

Bentuk reksadana ini memang sangat cocok dengan mereka yang tidak memiliki waktu cukup banyak untuk mengelola dana investasi yang dimiliki. Bila dana yang anda miliki telah terkumpul, potensi dari reksa dana ini akan semakin besar dan mampu meningkatkan pertumbuan industri modal yang ada di Indonesia.

Bila ditelusuri dengan baik, terdapat sekitar tiga komponen yang sangat berperan dalam bentuk investasi ini yaitu adanya dana yang diperoleh dari pemilik modal, dana yang telah diinvestasikan dalam portofolio efek, serta dana yang dikelola dari manajer investasi.

Dana yang dikumpulkan oleh para pemodal selanjutnya akan dikelola oleh MI sehingga peran dari MI ini memang sangat vital. Karena bisa menyesuaikan dengan resiko dari para investor. Yang namanya resiko mungkin tidak selamanya aman namun Anda bisa memilih sesuai tingkat profile resiko anda.

Reksadana terproteksi merupakan salah satu bentuk investasi reksadana yang cukup aman. Inilah solusi bagi Anda yang ingin sekali memiliki investasi dalam pasar modal namun ada kecenderungan untuk tidak bisa menunggu investasi jangka panjang.

Dalam investasi di kenal adanya pembagian rentang limit waktu; jangka pendek mulai dari jangka waktu 1-5 tahun, menengah sekitar 6-10 tahun serta jangka panjang di atas 10 tahun.

Nah, reksadana & reksadana terproteksi khususnya sangat cocok bagi Anda yang ingin memiliki investasi dalam jangka waktu pendek. Sebagai contoh, investor pemula memiliki dana sekitar Rp 1,5 juta dan ingin diinvestasikan dalam bentuk reksadana terproteksi.

Dalam prakteknya, investasi ini nantinya akan akan jatuh tempo dalam masa waktu tiga tahun dan bunga yang akan dikenakan adalah 10% dan dibayarkan setiap enam bulan sekali hingga waktu jatuh tempo tersebut.

Perhitungannya adalah investor akan memperoleh setidaknya Rp 1,5 juta ditambah dengan bunga 10% dan dikalikan kembali tiga tahun sebagai periodenya.

Adanya unsur proteksi dalam jenis reksadana ini membuat banyak investor pemula melirik produk ini. Bagi anda yang sering menyimpan dana jangka panjangnya dengan bentuk deposito bank prouk ini bisa dipertimbangkan.

Jika dilihat secara seksama, ada beberapa karakteristik yang terdapat dalam reksadana terproteksi; Punya masa jatuh tempo, Imbal hasil investasi dibagikan secara berkala, nilai pokok investasi umumnya utuh pada saat jatuh tempo. [Baca Juga : Mengenal Investasi Reksadana dan Cara Memulainya]

Cara Kerja Reksa Dana Terproteksi

Mengenai aturan dari reksadana terptoteksi ini sebenarnya telah diatur sedemikian rupa oleh OJK atau Otoritas Jasa Keuangan. Namun salah satu hal penting yang harus Anda ketahui adalah reksadana ini akan melindungi nilai investasi Anda 100% untuk nilai pokok ketika jatuh tempo dengan adanya limit waktu yang telah ditentukan sebelumnya.

Sekilas produk ini mirip dengan deposito namun perbedaannya adalah jika deposito yang menentukan adalah pihak bank, sementara jangka waktu dari reksadana ini ditentukan oleh manajer investasi.

Sebenarnya dalam hal ini, bank juga bisa menjual produk investasi reksadana namun jangka waktu jatuh tempo ditentukan oleh kebijakan dari perusahaan manajer investasi.

Terkadang masih ada banyak pertanyaan seputar bagaimana reksadana ini mampu melindungi seluruh nilai pokok dari investasi yang Anda miliki ketika jatuh tempo? Apakah manajer investasi tidak merasa rugi dengan karakteristik produk seperti ini?

Jawabannya, tentu saja tidak.

Sebab investasi yang dilakukan oleh MI adalah bentuk pasif yang artinya mereka membeli obligasi sekaligus menahannya hingga tak jatuh tempo kembali. Obligasi ini juga bisa disebut sebagai bentuk investasi yang aman agar dapat digunakan juga sebagai penjamin dari nilai pokok investasi dari nasabah reksadana.

Untuk pembelian obligasi dilakukan dengan cara MI akan melakukan pelunasan utang dari obligasi tersebut sehingga nilai pokok nantinya akan kembali 100% ketika jatuh tempo. Karena itulah ciri dari reksadana jenis terproteksi adalah nilai pokok investasi-nya.

Oleh sebab itu, memilih jenis reksadana terproteksi memang layak dipertimbangkan sebagai diversifikasi investasi Anda. Sebab resikonya jauh lebih kecil dibandingkan instrumen lainnya bahkan dengan reksadana konvensional.

Bagaimana dengan resikonya. Apakah produk ini tidak memiliki resiko?. Dalam hal reksa dana terproteksi, ada 3 hal yang bisa mendatangkan kerugian, yakni:

  • Turunnya harga obligasi akibat Obligor gagal melunasi utang obligasi
  • Tindakan investor mencairkan dana investasi sebelum jatuh tempo, saat harga obligasi di bawah harga pembelian. Biasanya investor sedang butuh dana atau membuat alokasi investasi di tempat lain.

Sebab lain adalah investasi reksadana terpoteksi terdiri atas obligasi dan unsur lain, seperti pasar uang dan saham, sehingga nilai imbal balik invetasi tergantung dari unsur lain tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *