Apa yang Dimaksud Dengan Investasi Sukuk Ritel?

Ada pemahaman masyarakat yang harus dirubah soal investasi. Selama ini banyak orang beranggapan untuk dapat berinvestasi harus memiliki uang banyak. Pandangan itu sebetulnya agak keliru. Karena menurut para pakar keuangan, kunci sukses investasi adalah waktu, bukan jumlah uang-nya.

Bahkan dengan modal yang kecil sekalipun, kemapanan finansial bisa dicapai jika berinvestasi sejak jauh-jauh hari. Apalagi sekarang sudah banyak produk finansial yang bisa dibeli dengan uang ‘kecil’. Salah satunya Sukuk. Sukuk telah dikenal sebagai surat berharga atas kepemilikan aset tertentu.

Sejak tahun 2009 silam, pemerintah mulai melakukan lego sukuk ritel menuju pasar di dalam negeri hingga respon para investor pun sangat baik. Hal wajar karena sebagian besar masyarakat Indonesia memang beragama islam. Jadi sukuk akan dengan mudah diterima meski masih banyak juga yang belum mengetahui seluk beluknya.

Menilik Kepopuleran Investasi Sukuk Ritel

Sejak diperkenalkan tahun 2009, penjualan dari sukuk ritel bisa mencapai hingga Rp 3.446 triliun. Sudah melampaui target dari yang ditetapkan oleh pemerintah. Namun demikian nyatanya masih ada masyarakat yang belum mengetahui lebih lanjut mengenai sukuk berbentuk ritel ini.

Mengapa para investor berlomba-lomba untuk dapat memiliki-nya?

Sukuk berbentuk ritel ini merupakan surat berharga dari negara yang diterbitkan kepada masyarakat atas dasar syariah. Surat berhaga itu sebagai bukti dari penyertaan adanya aset surat berharga syariah negara yang dalam praktekknya dijual pada perseorangan atau individu dengan syarat jika individu tersebut adalah WNI asli.

Anda bisa membelinya secara langsung melalui agen penjual dengan adanya batas atau limit minimum yang sebelumnya telah ditentukan. Sebagian dari Anda mungkin bertanya mengapa sukuk berjenis ritel ini diterbitkan dan apa tujuannya?

Surat ini diterbitkan bukan tanpa alasan. Sebab tujuan utamanya adalah untuk membiayai anggaran, memperluas basis dari investor, diversifikasi sumber-sumber pembiayaan, menelola adanya portofolio yang dijadikan sebagai pembiayaan negara hingga menjamin ketertiban dari administrasi pengelolaan barang khusus milik negara.

Bila Anda tertarik untuk berinvestasi pada sukuk ritel, maka Anda bisa mencari tahu lebih dulu mengenai manfaat apa yang akan Anda peroleh dengan melakukan bentuk investasi dari sukuk ini.

Faktanya, banyak sekali manfaat yang dapat Anda terima dengan membeli sukuk  antara lain;

Investasi yang sudah jelas tingkat keamanannya. Sebab pembayaran dari imbalan dan nilai dari nominalnya telah dijamin dengan undang-undang. Bahkan ada kurang lebih sembilan undang-undang yang mengatur tentang hal ini dan memiliki ketentuan masing-masing.

Selain itu, bagi para investor muslim seperti saya misalnya, investasi ini terbukti aman sebab sama sekali tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dari syariah.  Hal ini akan menentramkan Anda dan jauh dari hal yang bersifat haram dan dilarang oleh agama.

Manfaat lain yang dapat diperoleh adalah investor akan memperoleh banyak sekali imbalan yang lebih tinggi dari tingkat imbalan yang sudah diberikan oleh  perbankan. Imbalan ini pun memiliki sifat tetap dan akan dibayarkan setiap bulan hingga memasuki jatuh tempo yang telah ditetapkan.

Prosedur pembelian maupun penjualan dari sukuk berjenis ritel ini sangat transparan dan sangat mudah. Sebab seluruh agen penjual juga melakukannya dengan dasar syariah.

Selain itu, bentuk investasi ini juga dapat diperdagangkan di market atau pasar sekunder sekaligus disesuaikan dengan harga dan kondisi pasar sehingga para investor yang memiliki potensi akan memperoleh capital gain yang besar di pasar sekunder.

Pembayaran imbalan serta nilai nominal dari investasi akan terus dilakukan secara tepat waktu sekaligus langsung ke tabungan para investornya.

Namun selain menawarkan manfaat besar, sukuk ritel juga memiliki resiko.

Setidaknya inilah resiko investasi Sukuk Ritel ;

  • Risiko Pasar (Market Risk), adalah potensi kenaikan tingkat suku bunga yang menyebabkan penurunan harga Sukuk Ritel di pasar sekunder. Kerugian bagi Investor (capital loss) terjadi karena menjual Sukuk Ritel sebelum jatuh tempo (pada saat harga jual lebih rendah dibandingkan harga belinya).
  • Risiko Likuiditas (Liquidity Risk), adalah potensi kerugian apabila sebelum jatuh tempo Pemilik Sukuk Ritel yang memerlukan dana tunai mengalami kesulitan dalam menjual Sukuk Negara Ritel seri SR-008 di Pasar Sekunder pada tingkat harga (pasar) yang wajar. (Sumber : DBS.com)

Cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi resiko tersebut adalah menghindari untuk menjual sukuk ritel hingga mendekati jatuh tempo-nya.

Bila Anda tertarik untuk mencoba memiliki investasi ini, maka Anda harus lengkapi dulu syaratnya. Apaka saja syarat nya ;

  1. Syarat utama yang harus Anda miliki adalah KTP asli Indonesia / SIM sebagai tanda bukti jika Anda merupakan warga negara Indonesia.
  2. Menyiapkan dana investasi dengan minimum dana Rp 5 juta dan atau kelipatannya. Makin banyak dana yang diinvestasikan, maka nilainya pun akan semakin besar.
  3. Wajib mempunyai rekening tabungan di salah satu bank yang ada di Indonesia. Baik itu bank konvensional maupun bank syariah.

Sebaiknya siapkan terlebih dahulu seluruh berkas maupun syarat yang diminta sehingga Anda bisa mengurus seluruh investasi sukuk ritel ini dengan cepat, mudah dan menguntungkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *