Menikmati Bangka Tempo Dulu di Kembang Kates Resto

Kembang kates cultur resto

Mau menikmati Bangka Tempo Dulu, yuk mampir ke Kembang Kates cultur Resto di Sungailiat Bangka.

Banyak wisatawan yang berkunjung ke Bangka untuk hanya sekedar berwisata kuliner. Sebagian besar memang ingin liburan namun tetap menikmati dan merasa cocok dengan ragam kuliner khas Bangka. Dari puluhan ribu klien yang traveling ke Bangka Belitung melalui perusahaan kami misalnya, bisa di hitung dengan jari yang tidak cocok dengan kuliner khas di negeri serumpun sebalai ini.

Kebetulan saya dan istri juga sangat doyan kulineran. Setiap kali ada restorant baru, kami selalu merasa berkewajiban untuk mencobanya. Maklum petualangan kuliner kami bukan hanya untuk kami sendiri.

Biasanya kalau kami merasa cocok dengan cita rasa yang di tawarkan sebuah resto baru, otomatis resto itu juga akan kami rekomendasikan pada klien.

Kami merasa bersalah bila merekomendasikan sebuah destinasi yang belum kami explore apalagi soal makan-makan pada orang lain, terlebih klien kami sendiri.

Nah, pada kesempatan ini saya ingin berbagai hasil explorasi dan hasil icip-icip kami akhir pekan lalu di sebuah resto di pesisir Bangka. Tepatnya sebelum Tanjung Pesona Resort atau sebelum hotel Pesona Bay, di daerah kota Sungailiat Bangka.

Adalah Kembang Katis cultur resto, nama tempat unik itu. Karena belum pernah ke tempat ini, saya sempat menggunakan app google map untuk sampai ke lokasi. Apalagi suasana hari itu sudah mulai gelap.

Sesuai namanya, tempat ini membuat kami bernostalgia, seolah kembali pada masa Bangka tempo dulu. Resto yang memiliki taman asri, ditumbuhi berbagai pohon khas Pulau Bangka. Mulai dari tanaman simpur, jambu bandar, keramunting, kedondong hingga pohon lada.

Masuk lebih ke dalam, kami merasa benar-benar diajak menikmati suasana Bangka masa lampau. Karena arsitektur bangunan resto ini bergaya Tionghoa. Lengkap dengan dapur tua yang di dalamnya terdapat pernak pernik Bangka tempo dulu, seperti alat masak, peralatan makan, hingga sepeda tua.

Banyak sekali pernak-pernik Bangka tempo dulu, mulai dari suasana, kuliner hingga atraksi yang ditampilkan.

Resto ini memang cukup kece. Selain hidangan kuliner yang lumayan muaknyus, resto ini juga menampilkan berbagai pernak-pernik, peralatan dan moda transportasi masyarakat Bangka zaman dulu. Khususnya etnis tionghoa Bangka tempo dulu.

Untuk anek menu khas Bangka yang disajikan di Kembang Katis Cultur Resto sangat beragam. Petang itu kami mencicipi lempah darat, jantung pisang, es jeruk kunci, kopi Bangka, dan tidak ketinggalan lempah kuning khas Bangka.

Untuk rasa, buat kami resto ini memang sangat khas Bangka. Bumbu-bumbu yang digunakan namapak sangat tradisional dan lezat.

Meski tidak bisa di bilang super untuk rasa masakannya tapi suasana tempat ini membuat masakan di sajikan terasa sedap-sedap saja.

Kesan yang lebih mantap lagi akan anda rasakan bila memang belum pernah ke Bangka dan ingin tahu lebih banyak tentang budaya masyarakat pulau Timah ini. Hehe

Selain itu saya agak bermasalah karena proses penyajian juga cukup lama. Buat yang sudah lapar banget mendingan bawa camilan.

Jadi kalau anda tertarik mengunjungi tempat ini saya sarankan reservasi terlebih dahulu. Tapi kalau memang punya banyak waktu luang tidak salah juga langsung meluncur, kemudian pesan makanan dan anda bisa berkeliling, foto-foto dengan latar dan aneka barang budaya Bangka zaman dulu. Selesai foto-foro, baru deh cicipi makanannya.

Di resto kembang kates Bangka ini Anda bisa juga bisa melihat iser yang merupakan pengiling beras dari batu, radio tua, televisi, telpon, terindak, tudung saji, pohon lada / sahang, krito sorong, setrika hingga foto-foto jadul.

Bahkan konsep unik juga bisa pengunjung rasakan disini karena toiletnya bisa dijadikan ajang selfie ria. Kalau tidak percaya kunjungi sendiri ya.

Resto unik bernuansa tempoe doloe ini sengaja di desain Sedemikian rupa untuk memberikan warna khas Bangka pada masa jaman dulu. Bahkan bangunan yang digunakan kabarnya merupakan bongkaran rumah tempoe doloe yang bergaya ciri khas rumah China dan kolonial.

Untuk itu timbul konsepnya untuk membuka resto yang bisa menampilkan perform yang bisa menghadirkan nuansa budaya Bangka.

Pemilik resto ini juga membuat ornamen taman di resto ini dengan menanam berbagai tanaman khas Bangka seperti daun simpur, keramunting, jambu bandar, lada hingga tanaman sayuran seperti sawi.

Selain itu ada juga rumah Meenir bergaya Kolonial Belanda untuk tempat meeting maupun VIP berkapasitas 24 orang dan rumah Deniang untuk family dinner ataupun meeting kecil berkapasitas 10 orang.

Yuna juga ingin memanfaatkan kecanggihan teknologi jaman modern dimana ada spot-spot foto dengan menampilkan permainan lampu saat malam hari.
Spot foto tersebut termasuk adanya toilet yang dibuat unik untuk tempat berselfie ria.

Untuk harga yang ditawarkan di resto ini cukup murah dan bersahabat dengan kantong.

Setelah mencoba dan resto kembang katis ini, saya sesekali merekomendasikannya pada klien yang butuh referensi. Kadang kami juga membawa rombongan yang menggunakan layanan paket tour Bangka atau paket wisata Bangka Belitung ke tempat ini agar klien tidak bosan makan seafood.

Bagi anda yang menggunakan jasa rental mobil Bangka dari perusahaan kami, deiver kami siap mengantarkan anda menikmati suasana Bangka Tempo Dulu di Kembang Katis Cultur resto.

About Penulis

Penulis adalah Founder dan CEO @MitraWisataID Sebuah Perusahaan Biro Perjalanan Wisata, EO dan Rent Car | Ia juga menaruh minat yang besar pada dunia Tourism, Bisnis, Perencanaan keuangan dan Blogging | Blog ini di update setiap awal pekan & kadang molor sampai hari rabu, dengan sajian renyah nan inspiratif. Read More...

View all posts by Penulis →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *