Tips Menghindari Investasi Bodong

sukses-finansial

Bagi anda yang sudah memiliki tujuan keuangan, memilih produk investasi yang tepat menjadi pekerjaan rumah yang gampang-gampang susah.

Untuk itu, sebelum anda memutuskan untuk memilih produk investasi, berhati-hatilah dengan maraknya program atau skema investasi bodong. Salah-salah bukannya makin sejahtera, rencana keuangan kita bisa hancur berantakan.

Belakangan ini investasi abal-abal yang menjanjikan imbal hasil selangit masih marak. Menurut para pakar perencana keuangan, ada tiga hal yang membuat banyak calon investor yang tertipu investasi bodong.

Pertama, karakteristik masyarakat kita yang menyenangi janji imbal hasil tinggi. Tapi siapa sih yang tidak tergiur bila dijanjikan keuntungan investasi yang tinggi.

Contoh ; Invest 1 juta dalam setahun anda akan untung 3 juta. Dan terus berlipat pada tahun-tahun setelahnya. Pokoknya dijamin tidak bakal rugi. Bagaimana, anda mau ?

Menerima tawaran manis semacam itu tak pelak bisa membuat kita sebagai calon investor tidak jarang menjadi gelap mata begitu.

Tapi percayalah, anda harus berhati-hatilah bila ada tawaran investasi yang menjanjikan return selangit dan pasti seperti itu. Alih-alih untung, anda malah bisa buntung.

Kedua, kurangnya edukasi dari pemerintah sehingga membuat masyarakat tidak terbiasa mempelajari skema investasi yang ditawarkan.

Ini masalah klasik. Diera sekarang ini, kalau kita hanya mengharapkan pemerintah kita pasti keteteran. Untuk itu sangat penting bagi kita untuk terus menambah wawasan dan pengetahuan tentang keuangan. Sangat penting untuk mempelajari dengan mendalam berbagai sekema investasi apapun, sebelum kita dengan sukarela menempatkan uang atau asset yang kita miliki.

Mungkin nasehat dari seorang investor kawakan ini perlu kita renungkan. “Investasi terbaik itu ya, investasi leher ketas. Investasi pada diri sendiri.”

Ketiga, pengawasan yang belum berjalan baik dari pemerintah. Jangan mudah terkecoh, biasanya investasi abal-abal ini mengaku memiliki izin resmi. Tapi izin yang mereka pegang umumnya tidak sejalan dengan apa yang dikerjakan.

Misalnya, mereka mendapat izin usaha perdagangan, tapi malah menghimpun dana masyarakat.

Agar tidak tertipu investasi bodong, kita sebagai calon investor disarankan untuk jeli melihat sekema investasi yang ditawarkan.

Jika imbal hasil yang mereka janjikan angkanya lebih tinggi dari investasi pada umumnya, maka kita harus extra waspada.

Selain itu, kita juga harus mencermati cara kerjanya dan bagaimana cara mereka memutar uang yang dihimpun dari masyarakat.

Kita sebagai calon investor, sangat penting untuk terus meningkatkan pengetahuan agar lebih melek saat akan berinvestasi. Ini sangat penting dan sungguh tak bisa ditawar-tawar.

Jangan berinvestasi pada sesuatu yang tidak kita pahami dengan cukup baik. Apalagi bila mendapatkan tawaran dengan iming-iming imbal hasil fantastis.

Belum lama ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Satgas Waspada Investasi pada Rabu (11/1) mengungkapkan sedikitnya ada enam perusahaan yang masuk daftar hitam karena menghimpun dana masyarakat secara ilegal.

Keenam perusahaan itu adalah ; PT Compact Sejahtera Group, PT Inti Benua Indonesia, PT Inlife Indonesia, Koperasi Segitiga Bermuda, PT Cipta Multi Bisnis Group, dan PT Mi One Global.

Saya yakin anda tidak termasuk salah sati investor yang dalam satu satu dari perusahaan diatas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *