Target Keuntungan Investasi Saham

Uang 10 juta bila anda investasikan di saham LPCK pada periode 2009-2015 (5 tahun), bisa tumbuh menjadi Rp.50.000.000 (lima puluh juta). Ya, anda tidak salah baca. 1 juta bisa berlipatganda menjadi lima puluh juta rupiah.

Bila anda menginvestasikan 100-juta pada saham PANS selama 7 tahun (2005-2011) uang anda akan berlipat ganda menjadi kurang lebih sekitar 3-miliyar.

Kemudian, Apakah ada orang / investor di Indonesia yang sukses meraih return besar dari investasi saham?. Banyaaak.

Berikut beberapa contohnya :

Lo Keng Hong, salah satu super investor di tanah air, pernah mencatatkan return ratusan ribu persen.

Wuston Sual fund manager daro reksadana panin dana maksima sukses mencatatkan keuntungan tahunan rata-rata 29% per tahun secara konsisten.

Ah, pokoknya masih banyak deh. Coba anda googling saja.

Yang ingin saya tekankan di sini adalah potensi keuntungan investasi saham fantastis tersebut pada awalnya merupakan salah satu magnet yang telah membuat saya jatuh hati dengan investasi saham. Beberapa pemula juga agaknya tak akan menampik hal ini.

Beberapa teman saya juga sangat antusias saat mendengar cerita kesuksesan tersebut. Apalagi cerita-cerita sukses itu bertebaran dan selalu digembar-gemborkan di berbagai media massa.

Pertanyaannya, mungkinkah kita mendapatkan keuntungan besar dalam investasi saham. Berapa sebetulnya target return realistis dalam investasi saham?.

Asumsi umum yang berlaku menyatakan bahwa target realistis investasi saham di. Indonesia kisaran 15-20 persen per tahun. Tapi kita juga mungkin saja mendapatkan keuntungan dahsyat dalam investasi saham. Bahkan hingga ratusan dan ratusan ribu persen. Tapi menurut pengalaman saya, keuntungan fantastis itu hanya bisa kita peroleh kalau pengalaman dan pengetahuan kita sudah cukup matang.

Selama 2 tahun berinvestasi saham, target saya akhirnya sederhana. Bagaimana caranya agar tidak rugi. Bagaimana cara meminimalisir resiko kerugian. Itu saja. Serius. Anda tidak salah baca.

Alih-alih mengejar keuntungan selangit, dalam 2 tahun saya justru masih terus belajar agar tidak rugi banyak. Saya masih belajar melihat warna merah dalam portofolio, dan belajar menahan diri untuk bersabar serta menikmati semua prosesnya.

Saya juga masih terus belajar menambah pengetahuan dari berbagai buku, membaca berbagai blog para sepuh di bidang investasi pasar modal, dan lain-lain.

Keuntungan terbesar yang pernah saya rengkuh selama 2 tahun ini adalah 30% pada saham SCMA. Dan menelan beberapa kali kerugian kecil karena ketidaksabaran dan sebagian lagi salah pilih.

Kerugian terbesar yang pernah saya alami 10%. Hingga saat ini saya masih melatih mental untuk tidak melakukan apapun saat melihat saham yang saya pilih longsor hingga 10 persen. Saya menikmati proses belajar ini. Toh semua aktivitas investasi saya sejauh ini tidak mengganggu aktivitas bisnis dan kehidupan sehari-hari.

Kini, saya berinvestasi saham untuk melipatgandakan asset. Meski masih belajar menemukan strategi yang sesuai dengan style saya sendiri, tapi saya bersykur mulai menemukan sejumlah titik terang. Kini Tujuan investasi saya juga sudah saya buat dengan lebih jelas berikut rencana dan targetnya.

Saya belum bisa menuka ringkasan portofolio saya layaknya para investor kawakan lainnya. Mungkin nanti. Yang jelas saya sudah yakin bahwa tujuan keungan saya akan terwujud dengan berinvestasi di saham / pasar modal Indonesia.

Kata beberapa guru, investasi saham itu bukan cara cepat untuk kaya, tapi cara pasti untuk kaya raya.

Notes : penyebutan nama/kode saham / perusahaan hanya sebagai contoh. Bukan anjuran untuk melakukan apapun.

About Hari JT

Founder of @MitraWisataID | Interest : Tourism, Bisnis, Finance, Hospitality, Internet | Blog ini di update setiap awal pekan & kadang molor sampai hari rabu, dengan sajian renyah nan inspiratif. Read More…

View all posts by Hari JT →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *