Siapa Bilang Menabung Bisa Bikin Kaya Raya

Menabung pangkal kaya. Apakah pepatah itu cukup akrab di telinga Anda. Ya, tidak heran. Kalimat sejenis sudah melekat dalam benak kita sejak kita kecil. Hampir semua orang tua mengajarkan hal yang sama. Kita juga dengan mudah menemukan nasehat tentang berbagai cara menghemat, menyisihkan sisa pengeluaran untuk di tabung.

Apakah menabung memang bisa bikin kita kaya raya?.

Nasehat dari banyak guru, orang tua dan banyak buku yang kita baca umumnya terdengar sederhana. Kumpulin sedikit-sedikit, lama-lama jadi bukit. Kelak, uang tabungan itu bisa memecahkan berbagai permasalahan yang terkait dengan duit. Untuk generasi zaman now, nasehat-nasehat itu sebetulnya perlu dipikirkan kembali.

Saran untuk menabung sisa pengeluaran nampaknya hanya berlaku bagi generasi tempo doeloe. Tapi Menyisihkan sebagian pendapatan untuk menabung memang bisa membuat kita memiliki dana tambahan. Tapi duit itu tidak bisa kita andalkan untuk berbagai tujuan keuangan jangka panjang.

Kenapa Menabung Saja Tidak Cukup?

1. Nilai uang selalu tergerus seiring berjalannya waktu
Bila anda masih yakin menabung adalah investasi yang tepat untuk masa depan agaknya anda harus merenung kembali. Karena menabung sejatinya berbeda sama sekali dengan investasi. Menabung adalah menyimpan uang di bank (celengan, di bawah bantal) dengan harapan bisa terkumpul banyak bila kita disiplin dan konsisten menyisihkannya. Tapi tahukan anda bahwa menabung saja tidak bisa membuat kita kaya raya.

Sebabnya sederhana, tiap tahun nilai uang kita akan mengalami inflasi. Inilah musuh yang membuat nilai mata uang terus berkurang. Misalnya kita menabung di bank Rp 1 juta tiap bulan selama 1 tahun. Uang yang terkumpul Rp 12 juta. Setelah setahun jumlah fisiknya memang Rp 12 juta akan tetapi nilainya tidak sama lagi dengan sebelumnya.

Mungkin dengan uang Rp 12 juta anda bisa membeli tanah seluas 1 kamping (10×15 m). Tapi setelah tergerus inflasi maka dengan 12-jt anda tidak bisa membeli tanah 1 kapling lagi.

2. Keuntungan Menabung itu sedikit
Dengan menabung tidak bisa membuat kita menjadi kaya. Bunga yang diberikan bank kurang lebih 1% bahkan ada yang memberikan kurang dari 1% per tahun. Iya kalau nabungnya di bank. Kalau nabungnya di bawah bantal dalam celengan ayam, malah tidak ada bunga sama sekali.

Berbeda halnya jika kita berinvestasi. Investasi di saham misalnya, kita bisa dapat return hingga 15% per tahun. Dengan keuntungan 15% per tahun, tujuan keuangan kita tentu lebih cepat dan realistis untuk di capai. Lihat cara investasi saham di sini.

3. Butuh waktu lama untuk mencapai target
Setiap orang pasti mempunyai tujuan keuangan misalnya membeli rumah, pergi umrah atau beribadah, menyekolahkan anak ke luar negeri. Semua itu membutuhkan dana yang tidak sedikit. Bayangkan berapa lama tujuan keuangan itu akan di capai kalau hanya mengandalkan tabungan di bank. Bandingkan bila anda menggunakan dana tersebut untuk berinvestasi pada instrumen yang anda pahami.

Sudah Tertarik Untuk Mulai berinvestasi?. Atau masih tetap ngotot pengen nyeleng aja. Monggo di pikir sendiri.

About Hari JT

Founder of @MitraWisataID | Interest : Tourism, Bisnis, Finance, Hospitality, Internet | Blog ini di update setiap awal pekan & kadang molor sampai hari rabu, dengan sajian renyah nan inspiratif. Read More...

View all posts by Hari JT →

2 Comments on “Siapa Bilang Menabung Bisa Bikin Kaya Raya”

  1. Menabung bisa kok bikin kaya raya.. tetapi tergantung instrumennya. Menabung saham bisa kaya, nabung properti bisa, nabung kripto jugaaa.. haha

    Salam kenal mas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *