Mulai Investasi Selagi Masih Muda

Orang kaya bekerja untuk mendapatkan uang guna membayar investasi mereka, yang pada akhirnya akan menjadi pendapatan mereka di masa depan – T Harv Eker.

Banyak pakar keuangan menyarankan agar kita memulai investasi selagi masih muda. Akan lebih baik lagi kalau dilakukan sebelum berkeluarga. Sayangnya nasehat itu baru saya temukan dan ikuti setahun terakhir ini. Boleh dibilang saya termasuk (sedikit) telat dalam urusan yang satu ini.

banner 7Saya agak menyesal tidak berinvestasi sejak mulai bisnis dan menerima penghasilan, 5 tahun lalu. Saya baru mengenal dan getol belajar mulai investasi di usia 29 tahun. Meskipun begitu saya tidak ingin gegabah mengejar imbal hasil demi mencapai tujuan keuangan yang telah saya canangkan.

Saya terus belajar untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan keuangan yang telah direncanakan. Dan, menyesuaikan dengan kemampuan tentunya. Toh yang namanya investasi tidak hanya untuk yang berkantong tebal saja.

Sebagian besar portofolio investasi saya dibenamkan pada instrumen reksadana. Saya sudah jatuh hati dengan produk yang satu ini. Khususnya reksadana saham. Saya percaya investasi ini dapat menjaga nilai asset dan memberikan imbal hasil lumayan bagus dalam jangka panjang.

Kini setiap bulan, saya rutin mengalokasikan setidaknya 20% dari penghasilan untuk berinvestasi. Selain itu saat ada rejeki nomplok, saya juga langsung top up ke keranjang tersebut.

Beberapa tujuan keuangan saya cukup sederhana; menyiapkan dana pensiun, dana kuliah anak-anak kelak dan menunaikan ibadah Haji.

Sempat juga tertarik untuk trading saham jangka pendek. Namun karena minim pengetahuan dan kesibukan, saya memutuskan untuk tidak beinvestasi langsung pada saham.

Selain reksadana, saya menebar asset dengan membuka kebun lada dan kebun sawit. Karena jumlah baru beberapa Ha, jadi belum tepat rasanya kalau disebut perkebunan. Lagipula agak aneh kalau tinggal dikota kecil, dekat dengan kampung halaman, tapi tak punya kebun. Mumpung harga tanahnya masih cukup terjangkau. Saya bermimpi kelak kebun ini bisa menjadi salah satu sumber passif income keluarga.

Saya belum menempatkan investasi di sektor properti. Tapi suatu saat nanti tertarik juga masuk ke sektor yang seksi ini. Saya bermimpi punya asset property, minimal kavling tanah. Kemudian membangun rumah di atasnya. Setelah hunian tersebut rampung, baru disewakan.

Saran saya, kalau ingin berinvestasi, sebaiknya lakukanlah selagi masih muda. Sedini mungkin, sejak penghasilan pertama Anda terima. Hal senada juga disarankan oleh banyak perencana keuangan.

Sebagian orang mungkin akan berkilah, “boro-boro investasi, buat makan sehari-hari aja pusing. Belum lagi cicilan kredit ina—ini—itu”.

Saya doakan semoga penghasilan kita semua terus bertambah, dan kita semakin melek financial. Bagi yang sudah memulai dan mungkin sudah sukses berinvestasi, semoga berkenan sharing pengalamannya dibawah posting ini.

Prinsip Investasi
Para pakar investasi selalu senda bahwa, investasi (kalau mau lihat keajaibannya) harus jangka panjang. Paling tidak untuk kurun waktu lima tahun atau sepuluh tahun ke depan. Selain untuk mendapatkan hasil lebih maksimal, cara investasi ini juga ampuh untuk menjauhkan investasi kita dari fluktuasi harga.

Ternyata prinsip itu tidak mudah diterapkan. Godaannya cukup besar. Saya bersyukur sudah memulai sebelum usia 30. Terlepas berapapun nilainya.

Semoga posting setengah curhat ini membuat komitmen untuk terus belajar, menambah dan mempertahankan asset portofolio saya semakin menjadi. Saya ingin kembali membaca posting ini pada 2030-2035 mendatang.

Akhirnya, saran dari salah seorang mbahnya investasi berikut ini mungkin layak kita renungkan. “Investasikanlah waktu Anda secara aktif dan uang Anda secara pasif. Michael LeBouf”.

Kredit Image : cepici.gouv.ci

One thought on “Mulai Investasi Selagi Masih Muda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *