Kenapa Kita Semua Sangat Membutuhkan Dana Darurat?

Teman saya punya seorang teman. Iya cerita kalau seorang kawan dari temannya itu mendadak kena PHK dari kantornya?. Alasannya biasa, untuk efisiensi perusahaan. Temannya yang lain cerita juga kalau bisnis nya baru saja gulung tikar, semua modal kerjanya lenyap.

Di lain waktu, salah satu keluarga dari temannya yang lain kena musibah dan minta bantuannya untuk meringankan biaya pengobatan di rumah sakit. Biaya besar, sehingga BPJS kesehatan tak bisa menanggung semua biayanya.

Apakah cerita-cerita tersebut tidak asing bagi anda?. Bagaimana anda akan mengatasinya bila (amit-amit) kejadian itu menimpa anda?.

Apakah anda akan memakai tabungan?. Kalaupun ada, apakah cukup? Bisa tahan sampai berapa lama? Cari pekerjaan lain, dapat kerjaan baru nggak gampang juga loh?.

Alternatif lain.. Jual rumah, jual mobil, jual kebun, jual emas?. Emang gampang laku-nya. Kalaupun laku, cukup untuk berapa lama uangnya? Apakah cukup untuk biaya hidup Sebulan? 3 bulan? 6 bulan?.

Yap, pada titik menggetirkan seperti itulah kita menjadi sangat membutuhkan dana darurat. Karena dana itulah Anda dan keluarga butuhkan untuk bisa menopang hidup, dan membeli makanan untuk besok dan lusa. Atau untuk biaya kebutuhan premier lainnya.

Dana darurat bisa membuat Anda dan keluarga tidak perlu mengambil hutang ke rentenir hanya untuk sekedar bertahan hidup bila kejadian seperti cerita teman di atas tadi datang menerpa.

Jadi dana darurat sungguh tak bisa kita anggap enteng. Tak peduli di perusahaan manapun anda bekerja tak peduli dibidang apapun bisnis yang anda tekuni.

Salah satu risiko terbesar menjadi karyawan di mana pun anda bekerja adalah kena PHK. Memiliki bisnis sendiri juga punya resiko besar; usaha bangkrut, terlilit hutang, omset menurun dan lain-lain. Di sisi lain, kita tidak pernah bisa menduga apakah kita atau anggota keluarga kita akan selalu sehat.

Coa renungkan, jika bulan depan atau minggu depan Anda dipecat, berapa lama waktu yang di butuhkan untuk mendapatkan pekerjaan baru?. Kalaupun dapat apakah gajinya setara dengan gaji sebelumnya?

Jika Anda seorang businnes owner, anda juga akan menghadapi risiko yang kadang malah lebih suram : dagangan tidak laku, modal kerja hangus, dan bisnis harus gulung tikar dan seterusnya.

Amit-mait ya, tapi kalau sudah begitu, bulan depan mau pakai uang darimana untuk makan? Mau ngermpok?!. Duh…

Dalam kondisi seperti itulah dana darurat bisa menjadi dewa penyelamat.

Oky, jadi sudah tahu dong kenapa dana darurat sangat penting bagi kita semua. Ya, kita semua. Termasuk saya juga hehe…

Pertanyaannya, Berapa besaran dana darurat yang kita butuhkan?.

Banyak pakar perencanaan keuangan menyarankan kita untuk mengumpulkan dana darurat setidaknya 12 kali gaji/penghasilan atau 12 kali biaya hidup bulanan. Bagi yang masih single mungkin anda disarankan memiliki dana darurat setara 6 bulan biaya hidup per bulan.

Jadi kalau biaya hidup bulanan kamu adalah Rp 1 juta, maka dana darurat sebaiknya adalah Rp 6 juta bagi yang single / jomblo. Dan, minimal 12-juta untuk yang sudah berkeluarga.

Itu hanya contoh loh ya. Mau makan apa, sebulan cuma 1 juta. Jadi sesuaikan dengan kebutuhan hidup anda per bulannya.

Rp 6 / 12-jta juta itu harus disimpan dalam akun bank khusus. Tidak boleh di ganggu-gugat. Bisa juga dikumpulkan dalam bentuk asset investasi yang mudah dicairkan kapan saja seperti emas / logam mulia. Untuk nyicil dana itu bisa juga dengan memanfaatkan reksadana tertentu seperti reksadana pasar uang.

Boro-boro dana darurat mas, wong uang untuk biaya hidup bulanan saja masih suka kurang. Waduh, itu urusan sampeyan.

Terus, bagaimana cara menyiapkan / mengumpulkan dana darurat itu?. Yang pasti, kita mesti nabung dari jatah penghasilan bulanan. Kalau mau tahu cara lainnya, ya sering-sering aja baca blog ini atau blog sejenis. Hehehe

About Hari JT

Founder of @MitraWisataID | Interest : Tourism, Bisnis, Finance, Hospitality, Internet | Blog ini di update setiap awal pekan & kadang molor sampai hari rabu, dengan sajian renyah nan inspiratif. Read More...

View all posts by Hari JT →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *