Cara Sederhana Mengatur Keuangan Pribadi Dengan Bijak

rencana keuangan pribadi

Meski tidak untuk semua orang, tapi sebetulnya banyak hal yang berhubungan dengan ‘keuangan’ merupakan sesuatu yang menarik untuk dibicarakan. Ada sebuah pertanyaan sederhana ‘mana yang paling mudah; mendapatkan uang Rp.100.000 atau menghemat uang Rp.100.000?’

Tentu ada banyak jawaban yang muncul dari setiap orang. Namun sebetulnya, yang lebih mudah itu adalah menghemat karena kita tidak perlu melakukan apapun, melainkan hanya menahan diri untuk membelanjakan uang tersebut.

Sementara jika kita harus mencarinya, tentu harus ada usaha untuk melakukan sesuatu yang bisa membantu kita menghasilkan uang tersebut. Namun begitu apapun jawaban anda, hal yang harus menjadi pertimbangan baik adalah mengenai penggunaan dan manajemen keuangan yang tepat.

Mengatur keuangan pribadi menjadi sangat penting untuk dilakukan mengingat memang uang menjadi sumber penghidupan manusia di dunia ini. Alat tukar untuk berbagai hal, apalagi kebutuhan pokok seperti akan dan inum.
Kini, sulit rasanya menemukan orang yang bisa hidup tanpa uang. Karenanya uang bagi kebanyakan orang menjadi hal yang utama. Banyak orang bekerja, tujuannya tiada lain adalah untuk mencari uang.

Namun yang sering menjadi masalah adalah ketika manajemen atau pengaturan uang-nya tidak tepat. Seringkali berapapun hasil yang didapatkan dalam kurun waktu yang singkat menjadi habis. Padahal manusia mencari uang bukan saja untuk kepentingan sesasat (jangka waktu pendek), tapi juga untuk waktu yang akan datang.

Misalnya, untuk bisa membeli rumah idaman, mobil atau tanah, kita harus menabung terlebih dahulu karena penghasilan per bulan tidak bisa langsung beli properti tersebut.

Nah, kali ini kita akan berbicara banyak mengenai bagaimana seharusnya mengatur keuangan pribadi dengan baik.

Tentu sebetulnya ada beberapa cara sederhana yang bisa kita lakukan agar kita bisa dengan bijak mengatur keuangan tersebut. Ya’ kata kuncinya adalah harus bijak yakni dengan menyeimbangkan antara ‘penghasilan’ dengan ‘pengeluaran’.

Gak perlu pusing, siapakan dulu kopi nya dan nikmati tips sederhana ini.

Hitung Cost of Life (Biaya Hidup)
Hal pertama yang harus kita perhatikan adalah dengan cara melakukan penghitungan terhadap biaya hidup. Biaya hidup suatu negara, suatu daerah, bahkan setiap orang tentunya berbeda satu sama lain. Ada banyak faktor yang mempengaruhi perbedaan tersebut baik dari kondisi sosial-ekonomi, ataupun gaya hidup yang ingin diikuti.

Namun biasanya paling umum adalah dengan melihat kondisi sekitar dimana kita tinggal dengan menghitung harga bahan pokok dan kebutuhan lainnya yang diperlukan setiap bulannya. Pada umumnya ada cost of life standar per wilayah, nah dari situlah anda bisa atur budget biaya hidup anda apakah ditekan menjadi lebih murah atau mungkin ditambah.

Kalau masih bingung juga, coba lihat kembali catatan pengeluaran rutin untuk biaya hidup kita dalam satu bulan terakhir. Kalau belum punya catatannya, mulai sekarang sebaiknya mulailah mencatat. Ini sangat penting.

Tentukan Target Masa Depan (Tujuan Keuangan)
Karena kita itu hidup bukan untuk saat ini saja, maka sudah sebaiknya kita mulai mengatur target yang ingin kita raih di masa yang akan datang. Misalnya kita ingin memiliki rumah, memiliki mobil, naik haji, umroh, liburan, menyekolahkan anak di sekolah favorit, dan yang lainnya.

Nah, untuk mencapai target tujuan tersebut, maka kita harus bisa dengan bijak mengatur keuangan. Hindari penggunaan cost of life yang tidak begitu penting. Misalnya, makan di restoran dengan makan di warteg, sama-sama makan. Namun cost yang murah pastinya di warteg.

Tapi bukan berarti tidak boleh makan di restoran kok. Mungkin sekali-kali saja untuk makan disana. Jika tidak demikian, maka uang anda akan habis terus oleh pengeluaran itu nantinya.

Jadi, apa tujuan atau target keuangan masa depan Anda ?. Kalau belum tahu, segera dicatat. Buatlah sekarang juga. Silahkan tinggalkan dulu blog ini dari hadapan anda, kalau sudah selesai baru kembali lagi.

Mulai Pikirkan ‘Cara Meningkatkan Penghasilan’
Nah, yang harus anda perhatikan selanjutnya setelah anda mengetahui biaya hidup dan juga telah menentukan tujuan masa depan keuangan anda, maka anda harus bisa berpikir bagaimana caranya meningkatkan penghasilan. Kecuali gaji bulanan anda sudah lebih dari cukup, bagian ini bisa di kesampingkan.

Jangan sampai anda hanya bekerja seperti biasa tanpa ada peningkatan penghasilan. Jika penghasilan anda meningkat, maka tentu target anda di masa depan bisa lebih realistis, dan mungkin saja bisa anda wujudkan dalam waktu yang lebih cepat tanpa harus menunggu lama.

Baca juga : Bagaimana Menambah Penghasilan Dengan Cara Menyenangkan

Selama ini yang sering dilakukan oleh banyak orang, mereka hanya memiliki mimpi, namun tidak memiliki kemampuan untuk melakukan hal lebih dan berbeda dari apa yang ada untuk bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

Nah, hal yang berbeda itulah sebetulnya yang bisa berfungsi untuk memberikan hasil yang lebih besar.

Hindari Hutang yang tidak Produktif (hutang konsumtif)
Jika anda terpaksa untuk mengutang sejumlah uang kepada bank sebaiknya perhatikan kebutuhan anda. Melakukan pinjaman jangan sampai dilakukan jika kebutuhan anda itu hanya kebutuhan konsumtif.

Salah satu syarat penting untuk melakukan pinjaman adalah untuk sesuatu hal yang ‘produktif’ atau yang bisa menghasilkan sejumlah uang. Jika dikira tidak bisa menghasilkan uang, maka sebaiknya memang anda mengurungkan niat anda untuk melakukan utang.

Kenapa hutang produktif boleh?
Hutang produktif bisa menghasilkan karena memang bisa dikembalikan dari hasil bisnis yang diperoleh. Usahakan juga untuk tidak meminjam dari rentenir karena biasanya bunganya akan sangat mahal. Atau kalau anda tidak mau terlibat hutang saat memulai bisnis, anda bisa cari investor yang mau diajak kerjasama bagi hasil.

Jangan hanya ‘Menabung’, tapi Lakukan Investasi
Terkadang kita merasa tidak fair; pada saat kita menyimpan uang di bank, bunganya cukup kecil. Sementara ketika kita meminjam uang dari bank, bunganya sangat besar.

Makanya agar anda tidak terus diusahakan oleh bank, sedangkan penghasilan anda kecil, maka cara yang terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan berinvestasi. Investasi adalah cara terbaik menabung yang bisa menghasilkan uang yang banyak.

Namun pastikan jika investasi dengan lembaga tertentu, pastikan lembaga itu mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar kita tidak terjebak dengan investasi bodong atau abal-abal yang hanya menipu. Kalau bisa investasi itu lakukan pada pembelian tanah, dan sesuatu yang bisa meningkat harganya di masa yang akan datang.

Baca Juga : Tips Memulai Investasi Bagi Anak Muda

Beberpa instrument investasi maknyus yang disarankan oleh para perencana keuangan adalah : saham, reksadana, logam mulia/emas, property, atau bisnis waralaba.

Ketahui profile resiko anda, dan kenali dulu produknya. Investasi menjadi cukup beresiko jika kita tidak tahu mengenai instrument atau produk investasi yang kita lakukan.

Luangkan Waktu untuk Belajar
Tuhan akan mengangkat derajat orang yang berilmu termasuk juga dari segi penghasilan finansial yang didapatkannya. Nah, selain melakukan investasi pada sesuatu hal yang produktif seperti bisnis , saham, logam mulia ataupun tanah, sebaiknya kita juga perlu melakukan investasi pada pendidikan.

Kita harus bisa mengatur waktu untuk belajar baik itu formal atau tidak. Tentu hal itu butuh modal yang besar dan sebaiknya kita juga mulai pikirkan dari sekarang. Anggaplah pembelajaran itu sebagai investasi.

Jangan takut harta kita hilang dan habis karena digunakan untuk sekolah, kuliah atau belajar lainnya. Namun percayalah bahwa hasil dari semua itu bisa kita dapatkan nanti setelah kita selesai menjalaninya. Dalam bisnis juga sebetulnya ada banyak peluang baru yang membutuhkan kita untuk belajar terlebih dahulu.

Anda bisa belajar banyak mengenai karir, bisnis, investasi secara online dari mana saja dan kapan saja secara online. Salah satu tempatnya kursus online terbaik yangtelah saya rasakan manfaatnya ada di EduBisnis.Net KLIK DISINI. Biaya kursusnya murah tapi ilmunya sangat mantab.

Alokasikan Sebagian Harta untuk Sedekah
Sebagian dari harta yang kita miliki, ada diantaranya yang merupakan jatah orang lain. Nah, maka dari itu kita perlu memberikannya, salah satu caranya dengan cara bersedekah. Ada banyak yang percaya tentang kekuatan dari sedekah itu. Apalagi bagi yang muslim.

Saya percaya jika sedekah meski dalam bentuk memberikan harta kita kepada orang lain, namun yang sebetulnya adalah kita sedang mengundang harta yang lebih besar untuk datang kepada diri kita sendiri.

Semakin seseorang melakukan sedekah, bukan berarti hartanya akan habis melainkan akan selalu bertambah lebih banyak. Selain itu, itu artinya kita bisa bermanfaat kepada orang lain karena manusia dengan yang lainnya adalah saudara bukan sebagai harimau yang saling memangsa.

Kalau tidak salah, orang-orang terkaya di dunia ini adalah orang-orang yang sedekahnya paling besar di dunia. Coba deh dicek sendiri ya

Demikian beberapa cara sederhana yang cerdas yang bisa dilakukan untuk bisa mengatur keuangan kita dengan baik. Semoga bermanfaat dan kita diberikan rezeki yang melimpah setelah menerapkan strategi diatas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *