Cara Memilih Saham Untuk Investasi Menguntungkan

Beli saham pada saat harganya murah, jual saat harga nya sudah naik (mahal). Ulangi lagi dan lagi. Gampang kan?!.

Apakah betul semudah itu untuk mendapatkan keuntungan di pasar saham?.

Lalu kenapa kok banyak banget orang yang mengeluh mengalami kerugian bahkan bangkrut, terus marah-marah bahkan sampai ada yang taubat bermain saham.

Yup, Memilih saham yang tepat merupakan pekerjaan rumah yang sangat penting. Pilihan ini menjadi konjti apakah kita akan mendapatkan untung atau malah buntung di pasar saham.

Saya sendiri memandang saham sebagai salah satu alat (instrumen) untuk mengakumulasi asset. Untuk investasi jangka panjaaaang. Sebagai cara untuk mengembangkan asset pertumbuhan cepat yang kelak (semoga) akan membiayai kehidupan impian yang saya dan keluarga impikan.

Untuk itulah saya berinvestasi saham.

Dan, pada akhirnya tujuan itu pula yang membuat pilihan-pilihan saham yang akan saya investasikan mungkin tidak cocok bagi sebagian orang. Apalagi sebagai investor pemula, pilihan saham saya sangat mungkin salah.

Tapi tenang saja. Sabarr….

Pada kesempatan ini tips memilih saham untuk investasi yang akan disajikan bukan datang dari saya (ada tapi sedikit). Melainkan langsung dari para investor kawakan, praktisi pasar modal, penulis buku, para pemilik blog investasi keren yang menurut hemat saya sangat kredibel. Jadi tips nya sangat menarik untuk dipahami.

Saya sendiri masih terus belajar dari mereka.

Apa yang disampaikan di sini cocok untuk type investor pemula yang berencana untuk investasi saham. Sekali lagi, untuk tujuan investasi. Untuk tabungan masa depan. Bukan main saham, bukan goreng saham, bukan trading saham atau apapun istilah lainnya.

Oky, langsung saja.

Inilah tips memilih sahan untuk investasi yang menguntungkan.

Dalam investasi saham, ada dua analisis paling populer yang bisa kita lakukan, yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal. Tujuannya sama, untuk mendapatkan saham yang paling bagus.

Kedua analisis tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kali ini kita menggunakan analisis fundamental saja.

Oky, sekarang pertanyaannya, Analisis Fundamental itu mahluk apaan ya?.

Sederhananya, analisis fundamental merupakan analisis mendasar untuk menggali informasi meliputi kondisi ekonomi, industri secara keseluruhan, dan kondisi perusahaan. Teknik analisis ini cenderung mempertimbangkan kinerja dan proyeksi perusahaan untuk memperkirakan harga saham dimasa mendatang.

Susah ya penjelasannya.

Begini saja, intinya kita sebagai investor wajib mencari tahu tentang perusahaan yang menerbitkan saham. Jangan beli saham seperti beli kucing dalam karung.

Meskipun sebetulnya kondisi perusahaan tertentu bisa kita ketahui lewat tabel yang dikeluarkan perusahaan, kita juga harus menggali informasi tentang unsur finansial dan transparansi perusahaan tersebut.

Unsur finansial yang perlu diperhatikan, misalnya pendapatan PER saham, nilai buku ekuitas, nilai buku saham, ataupun rasio pengeluaran. Semua itu nantinya akan dibutuhkan untuk menilai apakah saham tersebut bagus atau jelek. Layak investasi atau tidak.

Haduuh, malah nambah pusing lagi nih.

Oky, jadi inilah Tips Memilih Saham yang Baik Berdasarkan Analisis Fundamental.

Sebelum memutuskan untuk menempatkan sejumlah dana pada sebuah perusahaan, berikut ini adalah kriteria-kriteria yang bisa kita gunakan sebagai acuan, untuk menentukan apakah perusahaan tersebut cukup baik atau jelek. Cukup murah atau sudah kemahalan.

Sekali lagi, ini penting karena kita akan berinvestasi untuk tujuan jangka panjang.

1. Memiliki kapitalisasi pasar >Rp500 miliar.
2. Perusahaan harus memiliki model bisnis yang jelas dan baik.
3. Perusahaan konsisten dalam meningkatkan laba/saham dari kuartal ke kuartal.
4. Perusahaan tidak memiliki utang yang lebih besar dari Debt Equity Ratio (DER).
5. Saham (perusahaan tersebut) menjadi market leader.
6. Price Earning Ratio (PER) rata-rata tidak jauh berbeda.

Ada juga investor yang menambahkan kireteria lain yakni, Emiten yang memiliki corporate governance dan business model yang baik dan jelas. Tidak ada fraud dan terkenal dengan tricky management.

Saya tidak tahu persis apakah semua istilah dan keriteria tersebut bisa anda pahami atau tidak. Atau mungkin anda sudah sangat paham mengenai investasi saham dan malah sudah memiliki keriteria sendiri dalam memilih saham yang anda invest.

Tapi, kalau kisanak masih awam seperti saya, mungkin cara saya memilih saham di bawah ini patut juga sampeyan lirik. Ini sedikit lebih simple menurut saya.

Pertama, Pilih sektor. Terus terang saya memilih sektor berdasarkan pertimbangan yang sangat sederhana. Saya googling sektor-sektor apa yang banyak di invest oleh para investor kawakan dan banyak di sarankan oleh para analis.

Setelah menyaring berbagai tips dan informasi yang ada barulah saya meyakinkan diri sendiri, apakah saya bisa dan tertarik untuk mempelajari lebih jauh mengenai sektor tersebut.

Kadang, hanya memilih sektor usaha yang menurut saya mudah dipahami. Atau setidaknya bisa saya pelajari dengan mudah tanpa harus kursus, kuliah aapalagi training dan bikin pusing.

Beberapa perusahaan yang saya gandrungi, adalah yang bergerak di bidang finance, kosumer, property, perkebunan sawit (karena saya sendiri invest di kebun sawit).

Kemudian saya melihat 3 hal ini dalam memilih saham :

1. Harga saham murah : Murah dan mahalnya saham disini ditentukan dengan angka PBV. Kalau belum tahu apa itu PBV googling saja sendiri ya. Banyak banget kok situs/app yang bisa digunakan untuk Mengetahui PBV emiten-emiten di BEI. Cari sendiri sob. Atau hitung sendiri, caranya juga gampang banget kok.

Saham perusahaan bisa dikatakan murah, kalau PBV max 1 (kecuali perusahaan super maksimal 3 pbv boleh lah). Emang ada perusahaan super. Ya, Adalah. Perusahaan yang untung terus, bagi deviden terus, tumbuh terus tiap tahun.

2. Perusahaan harus bagus. Untuk melihat kualitas ini kita bisa melihatnya menggunakan keriteria di atas tadi.

3. Management Bagus. Yang ini gampang-gampang susah. Tapi sederhanya, kalau emiten tersebut rajin bagi deviden, rasio nya terus meningkat (minimal stabil), yah itu sudah lumayan. Terus mereka selalu menjaga kesehatan perusahaan (nggak doyan ngutang). Tidak pernah terlibat masalah hukum (nyogok, merugikan konsumen, dll).

4. ROE Besar dan Konsisten 5 tahun.
Notes : kalau ROE 10%, PBV maksimal 1. Kalau 20% max 2 dst. Sesederhana itu. Jangan tiru kalau ragu boss!. Oh ya, kalau belum tahu apa itu ROE, tanyakan mbah google saja ya sob. Gratis kok.

5. Perhatikan liquiditas nya & Pertimbangkan brand perusahaan (ini hanya tambahan saja. Boleh dikesampingkan karena tujuan kita nabung untuk jangka panjang.

6. Cek PER tidak boleh lebih dari 10. Kita bisa menghitung sendiri atau bisa juga menggunakan situs/app.

Nah, itulah cara memeilih saham untuk tujuan investasi jangka panjang menggunakan analisis fundamental. Kalau tidak mau repot-repot kita bisa invest ke instrumen reksa dana saja. Jadi portofolio kita akan ditangani oleh manager investasi (MI).

Tapi ya gitu, ada biayanya. Jadi potensi keuntungan (return) juga sudah tentu tidak sedahsyat kalau kita investasi langsung di saham.

About Hari JT

Founder of @MitraWisataID | Interest : Tourism, Bisnis, Finance, Hospitality, Internet | Blog ini di update setiap awal pekan & kadang molor sampai hari rabu, dengan sajian renyah nan inspiratif. Read More…

View all posts by Hari JT →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *