Bangka Punya Cerita; Inflasi Tertinggi di Indonesia

Pulau Bangka merupakan salah satu pulau utama yang menjadi bagian dari prov kepulauan Bangka Belitung. Saat ini di Bangka terdapat 4 kabupaten dan 1 kota. Selain dikenal karena timah, kini Bangka terkenal karena tingkat inflasinya yang melambung. Ya, angka inflasi di daerah ini sungguh mencengangkan.

Bahkan Kota Pangkalpinang yang merupakan ibu kota provinsi menjadi kota dengan tingkat inflasi Tertinggi di Seluruh Indonesia. Inflasi di daerah ini 6,75 persen harus jadi sorotan karena inflasi nasional hanya 3,02 persen.

Ini hanya angka di atas kertas. Fakta real-nya sudah pasti di atas itu. Contohnya inflasi yang terjadi pada biaya pendidikan. 5 tahun lalu biaya SPP saya hanya 300-ribu per semester. Lah 1 tahun kemudian SPP adik saya sudah melangit, terbang ke angka 750-ribu per semester. Kenaikan itu bukan lagi 6,75 persen tapi sudah di atas 100%.

Dalam laporan BPS tahun terakhir, inflasi di negeri yang terkenal dengan lada putih-nya ini bangka mengalahkan Jakarta yang notabene sebagai ibu kota Negara.

Sebuah kenyataan yang cukup mengkhawatirkan. Saya sih percaya pemerintah pusat dan daerah tidak akan tinggal diam terhadap persoalan tersebut.

Sebagai anak muda yang berbisnis dan tinggal di daerah ini, saya agak khawatir dengan hal tersebut. Dan, seharusnya kita semua juga patut ngeri.

Kenapa inflasi menjadi masalah yang patut kita khawatirkan?.

Ya, Inflasi itu seperti hantu. Sederhananya, inflasi itu membuat nilai uang dan daya beli kita diam-diam semakin nyungsep.

Inflasi yang tinggi (bukan cuma di Bangka) akan membuat daya beli kita semakin nyungsep dan termehek-mehek. Jadi, apa yang kudu kita lakukan agar kita bisa berkelit dari sergapan inflasi yang terus menari-nari?

Dari sisi perusahaan, angka inflasi yang melambung itu pasti akan bikin pusing. Sebab Itu berarti gaji para karyawan juga harus dinaikkan agar bisa mengimbangi angka inflasi tadi.

Angka inflasi yang membukit itu juga membuat tantangan finansial kita semakin rumit. Pada akhirnya, inflasi adalah perampok mengerikan yang selalu sukses merampas uang kita dengan diam-diam.

Bayangkan saja : Jika penghasilan Anda setahun, katakanlah, Rp 10 juta, maka angka 9,5% sama dengan Rp 950-ribu juta. Inilah senyatanya uang atau daya beli Anda yang mendadak lenyap karena inflasi.

Rp 950-ribu juta bukan uang yang kecil : cukup buat bayar cicilan motor sebluan, atau ngajak keluarga makan-makan di tepi pantai.

Bagaimana menyikapi hantu inflasi agar kondisi finansial kita kedepan tidak terjungkal?.

Pertama : menabung saja ternyata tidak cukup. Menabung uang di bank (apalagi nabung di bawah kasur) menjadi pilihan kurang apik : sebab dalam jangka panjang, nilai tabungan Anda justru menurun.

Kenapa begitu? Karena angka inflasi lebih tinggi dibanding bunga tabungan/deposito yang diberikan bank, yang rata-rata hanya 7% per tahun (belum lagi di potong pajak).

Kedua, pilihan terbaik anda hanyalah berinvestasi. Ya, kita harus mencari cara agar uang simpanan Anda bekerja secara lebih produktif dan bisa menghasilkan keuntungan jauh lebih besar dibanding sergapan inflasi.

Oky, sekarang pertanyaannya, investasi nya dimana?.

Pilihan terbaiknya menghadapi inflasi mungkin ada tiga :

1. investasi pada instrumen paper asset seperti saham, reksadana dan obligasi
Meski instrumen tersebut masih terdengar terlalu canggih untuk beberapa orang, namun semua caranya bisa kita temukan dengan mudah kalau ada niat.

Khusus untuk investasi reksadana, saham, sukuk anda bisa menemukannya di blog ini. Silahkan lihat dan baca-baca saja dulu. Gratis. Obok-obok saja arsip blog ini.

2. investasi di properti atau logam mulia.
Investasi tanah sebetulnya sudah dipraktekkan oleh banyak orang tua sebelum kita. Dan, hasilnya sudah sangat terbukti. Caranya juga cukup mudah di pelajari dan mudah pula di praktekkan.

Saya bukan pakar property, bukan agent property jadi tidak ada tips khusus yang akan anda jumpai di blog ini. Googling saja caranya. Gampang kok. Notes : meski mudah, tentu saja di perlukan strategi yang apik kalau mau investasi property anda bisa menghasilkan return yang mengembirakan.

Anda bisa memilih investasi tanah, kebun, rumah, kos-kosan, apartemen, ruko, rukan, atau berbagai jenis property lain yang menurut anda mudah dan menyenangkan untuk dilakukan.

3. investasi pada bisnis profitable. Invest pada usaha yang punya potensi laba optimal (baik yang dikelola sendiri atau yang melalui partnership).

Kalau anda berniat invest di bidang bisnis, pertimbangannya harus cukup matang. Bagi anak mudah, agaknya pilihan ini paling bagus dan menantang.

Kalaupun mau invest pada bisnis waralaba misalnya, pastikan dengan sangat teliti bisnisnya. Pastikan juga anda menyukainya. Faktanya, banyak sekali waralaba musiman. Buka 3 bulan, setelahnya redup dan tutup.

Kalau modalnya ada, mendingan beli waralaba yang sudah pasti-pasti saja. Investasi pada bisnis baik yang dilakukan sendiri apalagi kalau mau diserahkan pada rekanan, tentu saja lebih rempong ketimbang invest di property, logam mulai atau reksadana. Tapi ya kalau sukses, hasil return-nya juga sudah pasti akan jauh melampui angka inflasi.

Pada preraktiknya, potensi imbal hasil dari tiga pilihan investasi diatas selalu bisa menghasilkan return yang jauh lebih tinggi dibanding angka inflasi.

SEKARANG, mungkin sudah saatnya kita tidak lagi bekerja lelah mengejar-ngejar uang. Sebab begitu uangnya sudah tertangkap, eh nilainya mendadak mengkerut lantaran laju inflasi yang terus cepat berlari.

Saatnya kita berusaha agar uanglah yang bekerja keras untuk kita. Biarkan uang itu terus berputar dan berlari, dan kita tinggal menunggu di garis finish untuk menyambutnya dengan pelukan hangat.

Mengutip investor kaya raya, Lo Keng Hong, sudah saatnya kita belajar menjadi kaya raya sambil tidur. Semoga kelak kita bisa seperti beliau.

About Hari JT

Founder of @MitraWisataID | Interest : Tourism, Bisnis, Finance, Hospitality, Internet | Blog ini di update setiap awal pekan & kadang molor sampai hari rabu, dengan sajian renyah nan inspiratif. Read More...

View all posts by Hari JT →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *